BORNEONEWS, Palangka Raya - Polsatwa Polda Kalteng mengadakan acara Coaching Clinic pada hari Sabtu, 25 Januari 2025.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pembicara yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan dan kesejahteraan hewan.
"Coaching Clinic ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dan mendorong partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat," kata Kanit Polsatwa Ditsamapta Polda Kalteng, Iptu Heri Susanto, yang membahas mengenai unit K9 dan tanggung jawabnya.
Dalam presentasinya, Iptu Heri memperkenalkan peran penting anjing K9 dalam berbagai operasi kepolisian, termasuk pencarian dan penyelamatan, pengendalian kerusuhan, dan deteksi narkotika. Ia menekankan bahwa anjing K9 tidak hanya memerlukan pelatihan yang intensif tetapi juga perawatan yang baik untuk memastikan kesehatan dan kesiapan mereka dalam bertugas.
Selanjutnya, Ketua PDHI Provinsi Kalteng, drh Eko Hari Yuwono memberikan materi mengenai kesehatan dan kesejahteraan hewan. Ia memaparkan betapa pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan serta hewan ternak, termasuk pemberian vaksinasi yang tepat dan perawatan rutin. Drh Eko juga menyoroti beberapa penyakit hewan yang dapat menular kepada manusia dan bagaimana pencegahannya dapat melindungi kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Selanjutnya, Agung Priantoko, pendiri RSAT, turut berbicara dalam acara ini. RSAT adalah organisasi yang bergerak di sektor penyelamatan hewan terlantar. Dalam presentasinya, Agung menyampaikan bahwa dirinya kini berfokus untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memelihara dan merawat hewan agar jumlah hewan terlantar di jalanan dapat berkurang.
"Kami juga mengajak seluruh peserta untuk aktif berpartisipasi dalam program-program penyelamatan hewan yang digagas oleh RSAT. Ia menekankan bahwa penyelamatan hewan tidak hanya sekedar menyelamatkan nyawa tetapi juga memberikan kesempatan kedua bagi hewan-hewan yang terlantar. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang peduli dan terlibat, diharapkan jumlah hewan terlantar dapat diminimalisir," katanya.
Coaching Clinic ini menjadi ajang bagi para peserta untuk belajar dari pembicara-pembicara berpengalaman dan berdiskusi mengenai masalah-masalah yang dihadapi dalam kesehatan dan kesejahteraan hewan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun jaringan kolaborasi antara masyarakat, organisasi penyelamat hewan, dan lembaga-lembaga terkait untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi hewan.
Dalam kegiatan ini juga diberikan pemberian vaksin rabies gratis dan vitamin gratis bagi anjing dan kucing yang dibawa masyarakat mengikuti kegiatan ini. (TESTI PRISCILLA/H)









