SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat perkembangan luas penen jagung sejak 2021-2023.

Kepala BPS Kotawaringin Timur Eddy Surahman mengungkapkan daerah dengan motto Habring Hurung itu mengalami peningkatan luas panen jagung pada 2023 jika dibandingkan dua tahun sebelumnya. 

"Luas panen jagung pada 2023 mencapai 220 hektare, meningkat tajam dibandingkan 2021 dan 2022," katanya, Sabtu, 25 Januari 2025.

Diketahui saat ini Pemerintah Daerah Kotawaringin Timur berkolaborasi dengan Polres tengah melaksanakan Program Tanam Jagung Sejuta Hektare yang merupakan program Asta Cita Presiden RI Prabowo.

Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor menargetkan setiap desa menanam jagung di lahan seluas 100 hektare. Karena Kotawaringin Timur sendiri ditarget 23.217 hektare oleh pemerintah pusat. 

Eddy menjelaskan, Kabupaten Kotawaringin Timur pada tahun 2023 luasan panen jagung mencapai 220 hektare. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 yang luasan penennya 195 hektare dan 142 hektare di tahun 2022.

Peningkatan tersebut tersebar di beberapa kecamatan.  Kecamatan Baamang menjadi penyumbang terbesar dengan luas panen mencapai 40 hektare.  Disusul oleh Kecamatan Parenggean dengan luas panen 29 hektare, Kota Besi luasan panen 28 hektare dan Telawang luasan panen 22 hektare. 

"Peningkatan di tahun 2023 ini tentunya bisa menjadi semengat  bagi sektor pertanian Kotawaringin Timu dan diharapkan dapat berdampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat," pungkasnya.(DEVIANA/H)