BORNEONEWS, Barito Utara - Wakil Bupati Barito Utara, Ompie Herby membuka kegiatan stakeholder meeting pendukung program kegiatan Perpuseru 2016, Kamis (22/9/2016), di aula Kantor Kearsipan dan Perpustakaan Barut. Awal 2016 Kantor Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Barito Utara telah terpilih menjadi salah satu mitra program Perpuseru yang dicanangkan oleh Coca-cola Foundation Indonesia.
“Bulan April 2016 juga telah ditandatangani oleh Bupati Barito Utara, H. Nadalsyah MoU mengenai komitmen pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi,” kata Wabup Barut, Ompie Herby, Kamis (22/9/2016).
Perpuseru atau perpustakaan seru adalah program pengembangan perpustakaan di Indonesia menjadi pusat belajar dan berkegiatan masyarakat yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Misi Perpuseru adalah untuk mengurangi kemiskinan informasi dan meningkatkan pendidikan, kesehatan dan pengembangan ekonomi masyarakat Indonesia dengan mentrasformasi perpustakaan daerah dan desa menuju pusat informasi pembelajaran yang menjawab kebutuhan masyarakat melalui peningkatan akses terhadap teknologi dan layanan yang relevan.
Sedangkan tujuan Perpuseru adalah menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat berbasis teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Program perpuseru memprioritaskan pemuda, perempuan dan pengusaha mikro sebagai sasaran program dengan focus pada isu pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi,” ujarnya.
Melalui program Perpuseru, saat ini perpustakaan telah bertransformasi tidak hanya sebagai tempat membaca dan meminjam buku namun telah berkembang menjadi pusat belajar dan berkegiatan bagi masyarakat yang mengikuti kemajuan teknologi infromasi dan komunikasi.
Lebih lanjut, kata Wabup, perpustakaan telah memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang menjadi kebutuhan masyarakat seperti pengembangan ekonomi, pertanian, pendidikan dan juga kesehatan sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya seperti peningkatan pengembangan usaha dan pendapatan, peningkatan prestasi pendidikan, mendapatkan pekerjaan, berkembangnya usaha pertanian, meningkatkan pengetahuan kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa perpustakaan mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan pembangunan.
Adapun hal-hal positif lainnya yang bisa dilihat langsung dampaknya adalah jumlah kunjungan ke perpustakaan daerah meningkat cukup signifikan dalam sebulan sebanyak lebih kurang 1500 orang mengunjungi perpustakaan daerah.
“Saya berharap kepada SKPD yang berada di lingkungan Pemerintah Barut serta pihak-pihak swasta untuk memberikan dukungan yang maksimal terhadap pengembangan perpustakaan. Dukungan ini tentu saja tidak hanya berupa dana, namun bisa berupa narasumber, tempat berkegiatan, berkolaborasi dalam upaya melayani masyarakat,” tukasnya. (AGUS SIDIK/N).








