BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Daerah (Pemda) Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kobar berkomitmen mewujudkan pembangunan akses jalan dari seluruh desa ke jalan kabupaten, jalan provinsi, serta jalan nasional.  Namun untuk mewujudkan itu Pemda butuh anggaran sekitar Rp5 triliun.

"Ketersediaaan infrastruktur jalan yang menghubungkan antar kawasan dari dan ke Pangkalan Bun yaitu dengan mewujudkan interkoneksi jaringan jalan baik jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kabupaten sampai ke inlet ataupun outlet pelabuhan dan bandara," ungkap Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kobar, Juni Gultom, Kamis (22/9/2016).

Pertumbuhan wilayah Kobar dari aspek kabupaten merupakan kawasan strategis pariwisata nasional. Selain itu, kawasan Kobar juga strategis dalam pengembangan komoditas kelapa sawit. Juga dari aspek kesehatan, Kobar merupakan merupakan rujukan regional.

"Ditinjau dari aspek ekonomi dan sosial, kutub pertumbuhan baru itu harus ditunjang oleh infrastruktur yang memadai baik jalan, pelabuhan, dan bandara," terang Juni.

Dengan demikian, lanjutnya, secara ekonomi, infrastruktur dapat menunjang kemudahan pergerakan antar kawasan, wilayah dan antar pulau dalam kerangka nasional.

"Efisiensi akan terjamin  dalam skala ekonomi yang lebih besar dan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan terwujudnya kesejahteraan sosial," katanya.

Saat ini, dalam skala nasional pembangunan infrastruktur jalan dari desa-desa dalam program nawacita presiden di Kabupaten Kobar sudah mencapai 40 persen.

Persentase tersebut dilihat dari jumlah keseluruhan panjang jalan desa di seluruh Kobar sebanyak 1.200 kilometer. Pengerjaannya pun dilakukan secara bertahap. Tidak bisa sekaligus, sebab pembangunan tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp5 triliun.

"Dari skala nasional, pembangunan infrastruktur jalan di Kobar sudah mantap 40 persen. Hingga mencapai target 100 persen jika anggarannya tidak tersendat kurang lebih kami targetkan 10 tahun pembangunan jalan interkoneksi selesai dibangun," pungkas Juni. (CECEP HERDI/m)