BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama bulan November 2024, nilai impor Kalimantan Tengah mencapai US$3,97 juta, mengalami peningkatan sebesar 8,77 persen dibandingkan dengan bulan Oktober 2024 yang tercatat sebesar US$3,65 juta.
"Peningkatan ini mencerminkan adanya peningkatan aktivitas perdagangan di wilayah tersebut, yang dapat berdampak positif pada perekonomian lokal," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Senin, 27 Januari 2025.
Sejalan dengan peningkatan nilai impor, volume impor Kalimantan Tengah juga mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 67,07 persen.
"Volume impor naik dari 4,95 ribu ton pada bulan Oktober 2024 menjadi 8,27 ribu ton pada bulan November 2024," kata Agnes lagi.
Hal ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan terhadap barang-barang impor di wilayah tersebut.
Peningkatan nilai impor ini terutama disebabkan oleh peningkatan nilai impor kelompok migas. Nilai impor kelompok migas naik dari US$2,17 juta pada bulan Oktober 2024 menjadi US$3,17 juta pada bulan November 2024. Peningkatan ini menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan akan produk-produk migas di Kalimantan Tengah.
"Sementara itu, kelompok non-migas mengalami penurunan nilai impor dari US$1,48 juta pada bulan Oktober 2024 menjadi US$0,80 juta pada bulan November 2024," tuturnya.
Meskipun nilai impor kelompok non-migas mengalami penurunan, volume impor kelompok ini justru mengalami peningkatan. Industri pengolahan menjadi kelompok yang mengalami penurunan nilai impor namun mengalami peningkatan volume impor.
"Secara keseluruhan, peningkatan nilai impor di Kalimantan Tengah pada bulan November 2024 dibandingkan dengan bulan Oktober 2024 utamanya didorong oleh meningkatnya nilai maupun volume impor pada kelompok bahan bakar mineral, seperti aspal," bebernya. (TESTI PRISCILLA/j)









