BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersama Badan Pusat Statistik atau BPS Kota Palangka Raya, BPS Kabupaten Kotawaringin Timur, dan BPS Kabupaten Lamandau telah melaksanakan witnessing Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan atau SNLIK tahun 2025. Kegiatan ini dilakukan di tiga Kabupaten/Kota yaitu Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Lamandau.
"SNLIK merupakan kegiatan yang dilakukan secara berkala untuk mengukur tingkat pemahaman dan penggunaan produk serta layanan keuangan masyarakat," kata Kepala OJK Provinsi Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz pada Senin, 27 Januari 2025.
Tujuan utama dari survei ini, katanya, adalah untuk memperoleh data yang akurat dan komprehensif sebagai bahan evaluasi dan perencanaan program edukasi keuangan agar lebih tepat sasaran.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah dan Kepala BPS masing-masing Kabupaten/Kota hadir secara langsung untuk menyaksikan proses pendataan responden yang menjadi sampel dalam SNLIK tahun 2025. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di wilayah tersebut.
"Data yang diperoleh dari SNLIK akan digunakan untuk merancang program edukasi keuangan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Dengan demikian, diharapkan dapat mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah," jelasnya.
Kegiatan witnessing ini juga menjadi ajang untuk memastikan bahwa proses pendataan dilakukan dengan benar dan sesuai standar yang telah ditetapkan. Hal ini penting untuk menjamin kualitas data yang dihasilkan dari survei tersebut.
"Dengan adanya SNLIK, diharapkan masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah dapat lebih memahami dan menggunakan produk serta layanan keuangan dengan bijak. Ini akan berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan dan kemandirian finansial masyarakat di Kalteng," katanya.(TESTI PRISCILLA/j)









