SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Zainudin mendukung rencana pemerintah daerah (Pemda) untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Menurutnya, SPBN sangat dibutuhkan oleh nelayan agar mereka lebih mudah mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“Kita sangat mendukung pembangunan SPBN ini karena akan meningkatkan kapasitas dan mempermudah nelayan kita untuk memperoleh BBM bersubsidi,” ujar Zainudin, Senin, 27 Januari 2025.

SPBN memiliki fungsi berbeda dengan SPBU pada umumnya. SPBN secara khusus melayani kebutuhan bahan bakar, terutama solar, untuk nelayan yang akan melaut dan petani yang mengoperasikan alat produksi pertanian.

Hal ini diharapkan dapat mendorong produktivitas sektor perikanan dan pertanian di Kotim. Dengan keberadaan SPBN, nelayan dan petani tidak lagi kesulitan mencari bahan bakar bersubsidi di SPBU yang sering kali terbatas.

Sebelumnya, Bupati Kotim, Halikinnor, menyatakan pembangunan SPBN ini akan segera direalisasikan karena telah mendapatkan izin dari pemerintah pusat.

"Akhir bulan Januari atau paling lambat awal Februari, pembangunan SPBN akan dimulai supaya masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan BBM atau minyak solar," ujar Halikinnor.

Meski belum menyebutkan lokasi pasti, Halikinnor mengungkapkan rencana pembangunan SPBN akan berada di sekitar kawasan Sentra Perikanan Terpadu Sijura, Desa Sei Ijum, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. 

Pembangunan SPBN ini diharapkan menjadi solusi atas keluhan nelayan dan petani terkait sulitnya mendapatkan BBM subsidi. Dengan adanya SPBN, distribusi bahan bakar akan menjadi lebih efisien, mendukung peningkatan produktivitas masyarakat, khususnya nelayan dan petani. (DEWI PATMALASARI/j)