PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya memiliki kekayaan alam yang unik, yaitu dominasi lahan gambut. Sekitar 75 persen wilayah kota atau setara dengan 213.945 hektare merupakan lahan gambut.

"Meskipun memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, lahan gambut ini sangat rentan terhadap kebakaran jika tidak dikelola dengan baik," kata Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Luis Evelly, Selasa, 28 Januari 2025.

Menurutnya, ekosistem gambut memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Gambut berfungsi sebagai penyimpan karbon, mengatur tata air dan menjadi habitat bagi berbagai flora dan fauna.

Namun kata dia, tanpa pengelolaan yang tepat, lahan gambut sangat mudah terbakar. Kebakaran hutan dan lahan gambut dapat menimbulkan dampak yang sangat serius, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi kesehatan masyarakat dan perekonomian daerah.

"Asap akibat kebakaran dapat menyebabkan berbagai penyakit pernapasan, mengganggu aktivitas sehari-hari dan merusak kualitas udara," jelasnya.

Selain itu, kebakaran lahan gambut juga dapat menyebabkan kerusakan tanah, hilangnya keanekaragaman hayati dan mengganggu siklus hidrologi. Hal ini tentu saja akan berdampak negatif pada keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, diperlukan upaya pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain adalah dengan melakukan restorasi lahan gambut, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, serta memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

"Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk terus berupaya menjaga kelestarian ekosistem gambut. Kami akan terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan," pungkasnya. (HENDRI/j)