BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Hasan Busyairi, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama tenaga kerja saat ini adalah ketidaksesuaian antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan industri.
Menurutnya, hal ini menyebabkan banyak lulusan yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kurangnya keterampilan yang relevan dengan tuntutan dunia kerja.
"Perlunya kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor industri untuk menyusun kurikulum yang lebih adaptif dan sesuai dengan kebutuhan pasar," katanya, Selasa, 28 Januari 2025.
Ia juga mendorong penguatan program pelatihan vokasi, sertifikasi keahlian, dan magang berbasis industri sebagai solusi untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
Dengan upaya ini, diharapkannya lulusan pendidikan tidak hanya memiliki pengetahuan akademis, tetapi juga keterampilan praktis yang siap diterapkan di dunia kerja.
--page
"Sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan menurunkan tingkat pengangguran di Palangka Raya," tandasnya. (MARINI/y)









