BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Noorkhalis Ridha, menyampaikan bahwa kenaikan harga bawang merah dapat diatasi melalui berbagai solusi strategis.
Salah satu langkah yang dapat diambil adalah, melaksanakan operasi pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
"Selain itu, peningkatan hilirisasi dan pengembangan infrastruktur perdagangan juga dianggap penting untuk menjaga stabilitas harga di pasar," ujarnya, Selasa 28 Januari 2025.
Menurut Noorkhalis Ridha, pemerintah perlu mendorong produktivitas petani bawang merah sambil tetap menjaga harga yang menguntungkan bagi petani.
"Di sisi lain, peningkatan pengolahan pascapanen dan perbaikan sistem distribusi harus menjadi prioritas untuk memastikan pasokan bawang merah tetap lancar hingga ke konsumen," ungkapnya.
--page
Pemerintah juga diharapkannya dapat memperkuat cadangan pangan sebagai langkah antisipasi terhadap fluktuasi harga, sehingga kestabilan pasar tetap terjaga.
"Dengan pendekatan yang menyeluruh, diharapkan harga bawang merah dapat dikendalikan tanpa merugikan petani maupun konsumen," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, sepekan yang lalu (21/1/2025), Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak mengutarakan bahwa untuk komoditas bawang merah mengalami kenaikan dari Rp36.000 per kilogram menjadi Rp38.000. (MARINI/Y)









