BORNEONEWS, Nanga Bulik - Trail Adventure kian menjamur. Sejumlah event olahraga otomotif berbau petualangan alam ini sudah sangat mudah ditemuai di sejumlah daerah, termasuk di Kalimantan Tengah. Karenanya, tak heran jika fenomena ini kian digandrungi para pecinta kuda besi. Bengkel modifikasi pun laris manis.
Fenomena ini perlahan cukup mempengaruhi gaya hidup sebagian orang, sehingga tak sedikit di antara para pemilik kendaraan bermotor dengan jenis apapun, berupaya sedemikian rupa untuk turut memperbaharui gaya tampilan tunggangannya dengan mendatangi sejumlah bengkel modifikasi.
Tak heran jika kondisi ini cukup memberi keuntungan bagi para pemilik bengkel penyedia jasa modifikasi. Pasalnya, bengkel yang semula sepi, kini menjadi ramai oleh 'pasien' yang ingin memodifikasi kendaraan bermotornya. Hal tersebut seperti yang kini terlihat di ibu kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau.
Di bengkel yang terletak di sekitar Bundaran SKPE, Nanga Bulik, misalnya. Di bengkel miliknya Bruri tersebut, tidak kurang dari 4-5 unit motor tampak mendapatkan sentuhan mekanik tiap harinya. Di bengkel ini, motor yang mendapatkan perawatan bukanlah motor yang mengalami masalah mesin atau sejenisnya, melainkan lebih banyak didatangi oleh pelanggan yang sengaja ingin mengubah gaya tunggangannya agar lebih terlihat 'laki-laki'.
Seperti halnya mengganti roda jadi yang jenis standar menjadi ban rimba serta sentuhan-sentuhan lain agar sepeda motor tampak sangar dan mampu melewati medan yang sulit yang umumnya identik dengan motor trail untuk adventure.
"Satu bulan terakhir ini bengkel kami memang rame didatangi para pecinta Trail Adventure. Namun yang datang tidak hanya kalangan yang punya Trail saja, melainkan juga dari berbagai kalangan yang memiliki kendaraan roda dua yang ingin mengubah motornya bak trail sungguhan dengan dilakukan penggantian beberapa spare part dan perubahan-peruban di beberapa komponen kendaraan," sebut Bruri, saat dibincangi Borneonews, Kamis (22/9/2016).
Tanpa merinci peningkatan pendapatannya itu, dirinya juga mengakui, fenomena Trail Adventure yang kini banyak digandrungi cukup memberi keuntungan sendiri bagi keberlanjutan bisnisnya. Meskipun diakuinya juga bahwa dalam prakteknya, bengkelnya itu menyerahkan kepada pelanggan apakah penambahan komponen yang mau dipasang itu dibelinya sendiri atau memang pihaknya siapkan, dengan ketentuan pembayaran jasa modifikasi yang bersahabat.
Sementara itu, salahseorang pelanggan bernama Aji, mengaku bahwa dirinya mendatangi bengkel tersebut untuk mengubah gaya motor Honda CB-nya agar tampak sangar di medan berlumpur. Ia juga tidak mengelak jika dirinya dan beberapa teman komunitasnya cukup terpengaruh dengan kian ramainya Trail Adventure.
"Kalau untuk ongkos modifikasi kan itu relatif. Kita tidak bisa bilang murah atau mahal, namanya juga hobi. Apalangi katanya di Lamandau sebentar sebentar lagi ada event adventure, sekalian modifikasi ini persiapan untuk ikut event itu," singkatnya. (HENDI NURFALAH/m)








