PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada November 2024, aktivitas bongkar muat komoditas impor di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan yang signifikan.

Proses bongkar muat ini dilakukan melalui berbagai pelabuhan, baik yang berada di dalam maupun di luar Kalimantan Tengah. Pelabuhan utama yang terlibat dalam aktivitas ini adalah Pelabuhan Pulang Pisau, Pelabuhan Kumai, dan Pelabuhan Sampit.

"Pelabuhan Pulang Pisau mencatat peningkatan nilai bongkar muat impor tertinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai impor di pelabuhan ini mencapai US$1,37 juta, meningkat sebesar 153,93 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 28 Januari 2025.

Sebaliknya, Pelabuhan Sampit mengalami penurunan nilai impor yang cukup signifikan. Nilai impor di pelabuhan ini turun sebesar US$1,50 juta atau sekitar 67,57 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan ini menunjukkan adanya perubahan dalam pola perdagangan atau distribusi komoditas impor di wilayah tersebut.

"Pelabuhan Kumai juga berperan penting dalam aktivitas bongkar muat komoditas impor di Kalimantan Tengah. Meskipun tidak disebutkan secara spesifik, pelabuhan ini tetap menjadi salah satu pelabuhan utama yang terlibat dalam proses bongkar muat komoditas impor," katanya.

Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun lalu, nilai impor melalui Pelabuhan Pulang Pisau mengalami penurunan terbesar.

"Nilai impor di pelabuhan ini turun sebesar US$4,04 juta atau sekitar 64,13 persen," terangnya.
Secara keseluruhan, aktivitas bongkar muat komoditas impor di Kalimantan Tengah pada November 2024 menunjukkan dinamika yang beragam.

Peningkatan dan penurunan nilai impor di berbagai pelabuhan mencerminkan perubahan dalam pola perdagangan dan distribusi komoditas impor di wilayah tersebut.(TESTI PRISCILLA/R)