SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Camat Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur Admadi Sastra mengaku akan terus mengembangkan program ketahan pangan di 2026. 

"Terkait program ketahan pangan ini sudah kami usulkan juga di Musrenbang beberapa waktu lalu," katanya, Selasa, 28 Januari 2025.

Program ini menjadi salah satu prioritas pada 2026 karena selain memperkuat ketahan pangan di wilayah tersebut juga sesuai dengan program pemerintah pusat. 

Admadi mengungkapkan, program ketahan  pangan tidak hanya jagung dan padi gogo. Pihaknya juga berencana mengembangkan ternak unggas, ikan dan kacanga-kacangan di wilayah tersebut. 

"Program ketahan pangan tidak hanya padi dan jagung tapi untuk kacang-kavamgan dan hewani jenis unggas juga nanti," ungkapnya. 

Kecamatan Tualan Hulu sebelumnya telah masuk dalam program cetak sawah rakyat dengan luasan 200 hektare. Sawah tersebut nantinya akan ditanami padi gogo. 

"Cetak Sawah Rakyat 200 hektare yang difokuskan di enam desa di kecamatan kami, salah satunya Desa Tumbang Mujam," ujarnya. 

Ia mengungkapkan kecamatannya berpotensi untuk pengembangan ketahan pangan, pasalnya di enam desa tersebut memiliki 300-500 hektare lahan tidur yang dapat dimanfaatkan selain padi gogo. 

"Jadi kalau kita bisa mengembangkan itu semua, selain ketahan pangan kami kuat juga bisa memasok ke perusahaan yang ada di wilayah kami. Ini akan membantu mensejahterakan petani di Kecamatan Tualan Hulu," pungkasnya. (DEVIANA/R)