SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur mengakui maraknya game online berdampak negatif pada perilaku anak, khususnya penggunaan kata-kata kasar dan tidak pantas.  

Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Muhammad Irfansyah, menyatakan keprihatinannya atas fenomena ini.  

"Anak-anak seringkali meniru perkataan yang mereka dengar di game online, bahkan sampai menyebut nama binatang atau bagian tubuh secara tidak pantas," katanya, Selasa, 28 Januari 2025.

Irfansyah menekankan perlunya pencegahan komprehensif yang melibatkan sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Perkataan kasar yang dipelajari dari game online, menurutnya, berpotensi berkembang menjadi pelecehan, bullying, atau kekerasan verbal di lingkungan sekolah.

Ia menyarankan agar sekolah secara rutin mengingatkan siswa untuk menggunakan bahasa yang baik dan santun, misalnya sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Namun dalam hal ini, ia juga menegaskan orang tua juga memegang peran penting dalam mengawasi aktivitas online anak-anak. 

"Orang tua harus aktif memantau game online dan penggunaan media sosial anak-anak mereka," tegas Irfansyah.

Dia juga menyarankan agar orang tua membiasakan anak-anak mengucapkan kata-kata positif, dsaat kalah maupun saat menang saat bermain game. 

Ia menambahkan bahwa anak-anak memiliki sifat polos dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar.

Cara bicara mereka seringkali terpengaruh oleh apa yang mereka tonton atau dengar.  Oleh karena itu, peran aktif orang tua dan sekolah sangat krusial dalam membentuk perilaku dan tutur kata anak sejak dini.  

"Kerjasama yang erat antara kedua pihak sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak," tegasnya. (DEVIANA/R)