SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Sihol Parningotan Lumban Gaol, menyoroti maraknya pemutaran musik keras di kawasan Terowongan Nur Mentaya, yang dinilai mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Terowongan Nur Mentaya awalnya menjadi tempat favorit bagi warga Sampit untuk bersantai, berfoto, dan menikmati suasana malam yang diterangi PJU yang megah. Lokasi ini sering dikunjungi oleh keluarga serta anak muda yang ingin menikmati waktu luang. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah pelaku usaha di sekitar lokasi mulai memutar musik dengan volume tinggi untuk menarik perhatian pengunjung.

Sayangnya, hal ini justru berdampak negatif bagi pengunjung yang sebelumnya ingin menikmati suasana santai. Mereka merasa terganggu dan mulai menghindari lokasi tersebut. Sebagai gantinya, tempat ini mulai dipenuhi oleh kelompok yang lebih menyukai suasana dengan musik keras.

Gaol khawatir kondisi ini bisa menarik kelompok yang gemar dugem, mengonsumsi minuman beralkohol, atau bahkan terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Ia menegaskan jika tidak segera ditertibkan, maka Terowongan Nur Mentaya bisa berubah menjadi tempat yang tidak kondusif bagi masyarakat umum.

"Kami berharap pemerintah daerah segera bertindak bijak dengan menertibkan penggunaan musik keras ini. Bagi mereka yang menyukai suasana tersebut, sebaiknya disediakan tempat khusus yang jauh dari lokasi terowongan agar lebih mudah diawasi dan tidak mengganggu ketertiban umum," ujar Gaol, Rabu, 29 Januari 2025.

Selain itu, ia juga menyoroti dampak kebisingan yang bisa mengganggu konsentrasi pengguna jalan, terutama bagi pengendara yang melintas di sekitar lokasi tersebut.

Untuk mengatasi permasalahan ini, dirinya meminta pemerintah daerah melalui Satpol PP dan dinas terkait untuk segera melakukan penertiban dalam waktu dekat. Langkah ini dinilai penting demi menjaga kenyamanan masyarakat serta mencegah potensi gangguan ketertiban.

"Kami meminta Satpol PP segera turun tangan untuk mengontrol dan menertibkan hal ini demi kepentingan masyarakat yang lebih luas," tegasnya.

Dengan adanya pengawasan ketat dari pemerintah, diharapkan Terowongan Nur Mentaya dapat kembali menjadi tempat yang nyaman bagi keluarga dan masyarakat umum, tanpa gangguan musik keras dan potensi aktivitas negatif lainnya. (DEWI PATMALASARI/J)