SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Riskon Fabiansyah, menekankan pentingnya penguatan pola asuh antara guru dan orang tua dalam mencegah perilaku negatif remaja di era digital.

Perkembangan teknologi yang pesat memberikan pengaruh besar terhadap anak-anak, khususnya dalam dunia pendidikan. Riskon menyoroti bagaimana anak-anak mudah meniru apa yang mereka lihat dan dengar di media sosial, yang dapat berdampak buruk jika tidak diawasi dengan baik.

"Saya melihat sudah ada grup parenting dan perkumpulan orang tua di sekolah-sekolah. Tinggal bagaimana tenaga pendidik menekankan pentingnya peran orang tua dalam memantau aplikasi yang digunakan anak-anak mereka," ujar Riskon Fabiansyah, Rabu, 29 Januari 2025.

Menurutnya, pengawasan terhadap penggunaan gadget harus diperkuat agar anak-anak tidak terpengaruh oleh konten negatif yang dapat memicu perilaku menyimpang, seperti balapan liar, tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas (free sex).

Pengaruh era digital yang menjurus terhadap perbuatan negatif tersebut nampak dalam beberapa bulan terakhir, seperti kasus asusila yang melibatkan pelajar di Kotim mengalami peningkatan. Fenomena ini semakin memperkuat urgensi pengawasan yang lebih ketat terhadap anak-anak, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

"Kami berharap grup parenting di setiap sekolah terus diperkuat, agar orang tua dan guru bisa bekerja sama dalam membimbing anak-anak serta memfilter penggunaan gadget mereka," tambahnya.

Politisi muda dari Fraksi Golkar tersebut menegaskan, tanggung jawab mendidik anak bukan hanya berada di tangan sekolah, tetapi juga menjadi kewajiban orang tua. Dengan adanya kerja sama antara tenaga pendidik dan orang tua, diharapkan pengaruh negatif teknologi terhadap anak-anak dapat diminimalisir. (DEWI PATMALASARI/H)