BORNEONEWS, Palangka Raya – Suasana perayaan Tahun Baru Imlek di Palangka Raya tahun ini terasa sedikit berbeda.
Meskipun toko-toko pernak-pernik Imlek dipenuhi aneka lampion, angpao, dan ornamen Shio Ular, namun tingkat kunjungan pembeli dan penjualan terpantau menurun signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Wawan, pemilik Toko Rumah Kado di Jalan Kinibalu, mengungkapkan penurunan daya beli masyarakat.
Meskipun harga pernak-pernik bervariasi, mulai dari Rp35.000 hingga Rp1.050.000, peningkatan penjualan tahun ini hanya mencapai 30 persen, jauh di bawah angka penjualan tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai 70 persen.
"Biasanya penjualan jauh lebih tinggi. Tahun ini banyak yang masih menggunakan pernak-pernik lama dan hanya membeli tambahan sesuai shio tahun ini," jelas Wawan, Rabu, 29 Januari 2025.
Ia menambahkan bahwa lampion ukuran besar yang berharga Rp 95.000 pun minim peminat. Meskipun demikian, Wawan tetap optimis dan gencar mempromosikan barang dagangannya melalui berbagai platform, baik online maupun offline.
Salah seorang pembeli, Herman, mengungkapkan harapannya agar tahun ini menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya dan berharap penurunan penjualan pernak-pernik Imlek dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ekonomi.
"Saya masih menggunakan pernak-pernik lama dan hanya membeli tambahan lampion," pungkasnya. (PATHUR/R)









