BORNEONEWS, Bandung - Aisya Ninda Shafa, atlet sepatu roda Kalimantan Tengah, yang sedang berlaga di PON XIX Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/9/2016), terjatuh saat hendak melintasi tanjakan di arena laga. Aisya mengalami luka lecet di kaki. Tapi kondisi itu tidak lantas membuatnya menyerah begitu saja.
Seperti dilaporkan wartawan Borneonews, Rokim dari arena PON Bandung 2016, Aisya bangkit lagi untuk menyelesaikan finish. Meski sukses ke finish, namun raihan angka yang ditorehkan Aisya menempatkannya di urutan terakhir.
Maklum, ia sempat terjatuh dan disalip oleh 19 lawan tandingnya. Aisya finish dengan 28, 833 detik di kelas 500 meter putri. Laga perebutan medali yang dihelat di Lapangan Saparua, Bandung ini dimenangkan oleh Shella Mafitra Dewi dari Jabar 28,256 detik, Aradhana Wikanestri dari DIY 28, 623 detik, dan Risky Adyan Prasasti dari Jateng 28,833 detik.
Pelatih Sepatu Roda Kalteng, Dedi Erwandi menjelaskan 'kalahnya' Aisya dilaga kelas 500 meter putri itu bisa dimaklumi, karena semua lawan tandingnya rata-rata sudah senior dan sudah sering berlaga di PON, sedangkan Aisya baru kali ini ikut tanding berskala nasional.
Nantinya Dedi akan memperbanyak melatih anak didiknya ini untuk sering berlaga di luar daerah, sehingga saat ada laga nasional, Aisya sudah terbiasa dengan situasi. Faktor lainnya yang mempengaruhi kenapa Aisya tidak maksimal dalam berlaga, karena sepatu roda yang dipakai kalah berkualitas dengan yang dipakai oleh para pesaingnya.
Tapi kekalahan Aisya ini belum berakhir, karena Kalteng mengikuti enam nomor dicabor sepatu roda dan sebagian belum selesai. Dedi menjelaskan pada PON XIXI Jawa Barat 17-29 September 2016, cabor sepatu roda Kalteng tidak menarget medali, karena laga PON ini pada prinsipnya untuk melatih mental untuk menghadapi PON Papua pada 2020.
Saat laga tanding sepatu roda ini juga dihadiri Waketum PSRSI Kalteng, Nurani Mahmudin dan Kabid Bidang Organisasi Kalteng, Hatir Sata Tarigan. (ROKIM/N).








