BORNEONEWS, Sampit – Pemerataan listrik di Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi perhatian serius bagi DPRD Kotim.
Anggota Komisi II DPRD Kotim, Hendra Sia, menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang harus diperjuangkan hingga ke pelosok desa.
"Komisi II DPRD Kotim yang bermitra secara vertikal dengan PLN bersama pemerintah daerah siap memperjuangkan pemerataan listrik. Kami mendorong PLN pusat melalui kantor wilayah PLN Kalimantan Tengah agar mengalokasikan anggaran guna menyalurkan listrik ke daerah-daerah yang belum teraliri," kata Hendra Sia, Rabu, 29 Januari 2025.
Saat ini masih ada banyak desa yang belum mendapatkan akses listrik, termasuk di Kecamatan Bukit Santuai yang hingga saat ini masih ada 10 desa belum teraliri listrik PLN.
Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, pemerataan listrik menjadi salah satu sorotan utama selain infrastruktur jalan.
Dari 14 desa yang ada di Kecamatan Bukit Santuai yang merupakan wilayah Dapil V tersebut, baru empat desa yang telah menikmati listrik PLN, yaitu Desa Tumbang Penyahuan, Desa Tanah Haluan, Desa Tumbang Keminting, dan Desa Tumbang Tilap.
Sementara itu, 10 desa lainnya masih belum teraliri listrik, di antaranya Desa Tumbang Sapia, Desa Tumbang Getas, Desa Tewai Hara, Desa Tumbang Payang, Desa Tumbang Kania, Desa Tumbang Torung, Desa Lunuk Bagantung, Desa Tumbang Tawan, Desa Tumbang Saluang, dan Desa Tumbang Batu.
DPRD Kotim berharap pemerintah daerah terus berupaya memperjuangkan kebutuhan listrik bagi masyarakat di desa-desa tersebut. Karena listrik menjadi salah satu kebutuhan masyarakat.
Dengan adanya listrik, diharapkan kesejahteraan masyarakat meningkat, sektor ekonomi berkembang, dan akses terhadap pendidikan serta layanan kesehatan menjadi lebih baik.
"Tentu kami dan Pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi dengan PLN agar daerah yang belum teraliri listrik segera mendapatkan akses energi yang layak," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









