PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Sumadi menyatakan bahwa penebaran bibit ikan di danau dan sungai harus dilakukan secara rutin terutama ikan lokal. 

Karena hal tersebut ujarnya merupakan langkah  strategis untuk, meningkatkan produksi perikanan di wilayah tersebut. 

"Danau yang sebagian besar merupakan danau oxbow dengan suplai air dari limpasan Sungai Kahayan dan Sungai Rungan, menjadi habitat bagi berbagai jenis ikan seperti baung, gabus, papuyu, dan lain-lain," katanya, Rabu, 29 Januari 2025.

Penebaran benih ikan diharapkannya dapat meningkatkan populasi ikan di perairan serta, mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

"Populasi ikan di perairan Kota Palangka Raya harus dipertahankan, terutama ikan lokal, untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung ketahanan pangan masyarakat. Ikan lokal seperti baung, gabus, papuyu, dan lainnya memiliki nilai ekologis serta ekonomi yang tinggi bagi masyarakat," jelasnya.

Dia juga memberikan informasi upaya mempertahankan populasi ikan lokal dapat dilakukan melalui Restocking (penebaran bibit ikan) di danau dan sungai untuk menjaga kelangsungan populasi ikan lokal.

Serta menerapkan aturan penangkapan ikan yang ramah lingkungan, seperti larangan penggunaan alat tangkap berbahaya dan pembatasan waktu penangkapan saat musim pemijahan.

"Tidak hanya itu saja, pemerintah serta masyarakat menjaga kualitas air sungai dan danau agar tetap bersih, serta mencegah pencemaran yang dapat merusak ekosistem perairan. Dan  mencegah praktik illegal fishing seperti penggunaan racun, setrum, dan bom ikan yang merusak ekosistem perairan," terangnya.

Populasi ikan lokal di Palangka Raya diharapkannya dapat tetap terjaga, memberikan manfaat ekonomi, serta memastikan keberlanjutan sumber daya perikanan untuk generasi mendatang. (MARINI/R)