BORNEONEWS, Palangka Raya - Musim hujan di Kalimantan Tengah (Kalteng) diprediksi akan berlangsung cukup panjang pada periode 2024 - 2025. Hal ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut. BMKG memprediksi musim hujan akan berlangsung selama 27 hingga 31 dasarian, atau sekitar 9 hingga 10 bulan.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut, Chandra, menjelaskan bahwa musim hujan yang dimulai pada September hingga Oktober 2024 diperkirakan akan berakhir antara Juni hingga Agustus 2025. Durasi musim hujan yang panjang ini mengindikasikan potensi dampak yang signifikan bagi masyarakat Kalteng.
"Durasi musim hujan tahun ini terbilang panjang, sekitar 27 hingga 31 dasarian. Hal ini mengindikasikan musim hujan bisa berlangsung hingga pertengahan atau akhir tahun 2025," ujar Chandra, Kamis, 30 Januari 2025.
Dengan durasi musim hujan yang cukup panjang tersebut, potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur akibat intensitas hujan tinggi perlu diwaspadai. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga menghadapi potensi tersebut.
Pemerintah daerah juga diharapkan untuk mengambil langkah-langkah antisipatif guna meminimalisir dampak negatif dari musim hujan yang panjang ini. Persiapan infrastruktur dan sistem peringatan dini menjadi hal yang krusial untuk mengurangi risiko bencana.
--page
BMKG mengimbau masyarakat untuk senantiasa memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh BMKG melalui berbagai kanal resmi.
"Kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci penting dalam menghadapi musim hujan yang panjang ini," pungkasnya. (PATHUR/y)









