BORNEONEWS, Sampit – Puskesmas Ketapang II, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berupaya menekan angka stunting dengan melaksanakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal. Program ini menyasar balita dan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) untuk meningkatkan gizi dan tumbuh kembang anak.
"Program ini sudah kami mulai pada tahun 2024. Ini juga dilaksanakan di seluruh Puskesmas di Kotim dan seluruh Indonesia," ujar Siti Aisyah, Kamis, 30 Januari 2025.
Teknis pelaksanaan program ini melibatkan vendor atau pihak ketiga yang mengelola makanan sesuai petunjuk teknis (juknis) gizi dari Puskesmas. Petugas gizi memberikan arahan mengenai jenis makanan yang harus diberikan kepada balita gizi kurang, balita dengan berat badan tidak naik atau tetap, serta ibu hamil KEK.
Salah satu keunggulan dari program ini adalah penggunaan pangan lokal untuk meningkatkan asupan gizi. Beberapa makanan tambahan yang diberikan antara lain jagung yang diolah menjadi kue, buah-buahan lokal seperti pisang dan jeruk, serta akanan bernutrisi lainnya yang dapat ditemui di daerah sekitar sesuai dengan rekomendasi petugas gizi.
Makanan tambahan tersebut dibagikan setiap hari kepada sasaran dengan bantuan kader Posyandu. Setiap minggu dilakukan pemantauan terhadap balita penerima PMT untuk memastikan makanan dikonsumsi dengan baik.
--page
Sementara evaluasi dilakukan setiap dua minggu sekali dengan menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan balita untuk melihat perkembangan mereka.
Dari data yang dihimpun, program ini telah menjangkau 49 balita. Sebagian besar menunjukkan peningkatan berat badan dan tinggi badan setelah rutin mendapatkan PMT. Namun, ada beberapa balita yang mengalami kesulitan peningkatan berat badan karena memiliki penyakit bawaan.
Untuk ibu hamil KEK, sasaran awal program adalah 50 orang, namun berdasarkan data kunjungan Posyandu, hanya 15 orang yang ditemukan memenuhi kriteria. Mereka berasal dari Kelurahan Ketapang dan beberapa desa lainnya.
“Alhamdulillah, dengan program ini banyak anak-anak yang bertambah berat badan dan tinggi badannya. Tetapi ada juga yang berat badannya tetap atau turun karena penyakit bawaan,” ujarnya.
Program PMT berbahan pangan lokal ini akan terus dilaksanakan hingga semua sasaran di wilayah Puskesmas Ketapang II tercover. Dengan demikian diharapkan angka stunting di Kotim dapat terus menurun.
“Program ini akan terus berjalan hingga sasaran yang ditentukan bisa tercover semua. Sehingga angka stunting dapat ditekan,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









