BORNEONEWS, Palangka Raya – Operasi pencarian korban longsor di Sungai Drajoi, Desa Tumbang Mahuroi, Kecamatan Damang Batu, Kabupaten Gunung Mas, resmi dihentikan pada Kamis, 30 Januari 2024.
Kapolres Gunung Mas AKBP Theodorus Priyo Santosa mengatakan keputusan ini diambil setelah tim gabungan mengalami kendala berupa longsor susulan dan cuaca buruk yang terus menerus terjadi di lokasi kejadian.
Kondisi tanah yang labil dan hujan deras yang tak menentu membuat pencarian menjadi sangat berbahaya dan upaya pencarian selama tujuh hari terakhir dinilai tidak membuahkan hasil.
Tim gabungan yang terdiri atas aparat kepolisian, TNI, BPBD, masyarakat setempat dan lainnya termasuk keluarga korban, berjumlah sekitar 65 orang, telah berusaha keras melakukan pencarian di tiga pos yang telah didirikan.
Akses menuju lokasi sangat sulit, membutuhkan waktu delapan hingga sepuluh jam perjalanan dari Polsek menuju pos satu, tergantung kondisi cuaca. Dari pos satu ke pos tiga (lokasi kejadian), perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki setelah menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor hingga pos satu.
"Kejadian longsor yang menimbun sebuah pondok petani tersebut menelan korban jiwa sebanyak dua orang," ungkap Theodorus.
--page
Berdasarkan kesaksian, sebelum longsor terjadi, terdengar suara kayu patah dan tanah bergeser. Para korban yang tertimbun longsor merupakan dua orang yang sedang tertidur di dalam pondok.
Selama tujuh hari pencarian, tim gabungan menghadapi tantangan yang sangat berat. Upaya penggalian yang dilakukan selalu terhambat oleh longsor susulan. Kondisi ini, ditambah dengan kesedihan mendalam keluarga korban yang telah merelakan kepergian orang-orang terkasih mereka, membuat pihak berwenang memutuskan untuk menghentikan pencarian. Doa bersama telah dilakukan bersama keluarga korban.
Lebih lanjut pria dengan pangkat dua melati emas dipundaknya ini menyampaikan imbauan kepada masyarakat setempat agar menghindari bekerja di daerah rawan longsor, terutama mengingat kondisi cuaca buruk yang masih terus berlangsung.
Dirinya menekankan pentingnya keselamatan warga mengingat curah hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut akhir-akhir ini. Dengan dihentikannya pencarian, pihak kepolisian berharap agar masyarakat dapat lebih waspada dan berhati-hati terhadap potensi bencana alam, terutama di daerah-daerah yang rawan longsor.
"Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk selalu memprioritaskan keselamatan jiwa," pungkasnya. (PATHUR/Y)









