SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Seekor buaya sinyulong atau Tomistoma schlegelii berukuran besar dilaporkan muncul di area perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Meski lokasi pastinya belum dapat dipastikan, dugaan sementara menyebut bahwa reptil tersebut terlihat di parit perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Kota Besi. 

"Kami belum mengetahui lokasi tepatnya dimana. Namun ada warga yang menyebutkan bahwa kemunculan buaya di Kecamatan Kota Besi dekat sungai Pamalian," kata Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah, Kamis, 30 Januari 2025.

Hingga saat ini pihaknya masih menunggu konfirmasi dari pengelola perkebunan yang dimaksud terkait keberadaan buaya tersebut yang terekam video berdurasi 11 detik. 

Terkait kejadian itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan, terutama bagi warga yang sering memancing.

Warga yang memancing di sungai, danau, rawa, atau parit perkebunan diminta untuk tidak masuk ke dalam air guna menghindari potensi serangan buaya.

Muriansyah juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menangkap ikan dengan cara ilegal, seperti menggunakan setrum atau racun, karena dapat merusak ekosistem dan membahayakan keselamatan manusia.

Ia juga mengingatkan pihak perkebunan untuk lebih proaktif dalam menjaga keselamatan karyawan dan warga sekitar.

Perkebunan yang memiliki area perairan seperti sungai kecil, danau, atau parit dimana ada predator sungai tersebut diimbau untuk memasang papan peringatan atau spanduk yang menginformasikan keberadaan buaya di area tersebut.

"Jika memang benar buaya ini muncul di area perkebunan, seharusnya ada papan peringatan. Ini penting agar karyawan atau warga yang beraktivitas, seperti mencuci tangan, kaki, atau memancing, tidak menjadi korban serangan buaya," tandas Muriansyah. (DEWI PATMALASARI/r)