BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Mencegah lebih baik daripada mengobati, terutama untuk kanker serviks yang bisa berkembang tanpa gejala dalam waktu lama.
Dalam program edukasi kesehatan di RSPD Kapuas, dr. Erny Indrawati dari RSUD Kapuas menekankan pentingnya langkah pencegahan, salah satunya dengan vaksinasi HPV.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, vaksinasi HPV dianjurkan untuk perempuan mulai usia 9–26 tahun, terutama sebelum aktif secara seksual.
Selain itu, perempuan yang telah menikah juga perlu melakukan pemeriksaan rutin seperti Pap Smear untuk mendeteksi perubahan sel abnormal pada leher rahim.
"Selain vaksinasi dan skrining rutin, penting juga untuk menghindari faktor risiko seperti merokok, berganti-ganti pasangan seksual, serta memiliki pola hidup tidak sehat," katanya, Jumat, 31 Januari 2025.
--page
Beberapa langkah yang dapat membantu menurunkan risiko kanker serviks antara lain menjalani pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan kaya antioksidan seperti alpukat, jeruk, wortel, dan teh hijau.
Berolahraga secara rutin untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Menghindari stres berlebih dan memastikan istirahat yang cukup.
"Kanker serviks bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup dan kesadaran untuk rutin melakukan pemeriksaan. Edukasi dan pemahaman yang baik akan membantu perempuan lebih peduli terhadap kesehatannya," pungkasnya. (DODI/Y)









