BORNEONEWS, Sampit – Seorang warga yang ditemukan telantar di sekitar Bundaran KB, Jalan HM Arsyad, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhirnya dievakuasi oleh pihak berwenang menggunakan ambulans dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan di RSUD dr. Murjani Sampit.
Lurah Ketapang, Muhammad Jais mengatakan orang tersebut ditemukan dalam keadaan lemas di sebuah gubuk.
Diduga korban mengalami dehidrasi akibat kurangnya asupan makanan dan minuman dalam beberapa waktu terakhir.
"Dia mengaku namanya Linda, namun kita belum bisa memastikan apakah itu nama asli atau tidak karena tidak ditemukan identitas apa pun," kata Jais, Jumat, 31 Januari 2025.
Menurut informasi yang diterima dari warga, korban telah lama berada di lokasi tersebut dan selama ini hanya bergantung pada makanan yang diberikan oleh sopir truk yang melintas di area Bundaran KB.
Proses evakuasi dilakukan pada pukul 14.31 WIB menggunakan ambulans dari Puskesmas Ketapang 2 setelah pihak kelurahan menerima laporan dari warga.
Kondisi perempuan tanpa identitas tersebut yang lemah membuat tim segera membawa korban ke RSUD dr. Murjani Sampit untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Saat ditemukan, orang telantar tersebut hanya mengenakan pakaian tipis yang dilapisi jaket serta menggunakan sarung. Tubuhnya tampak kotor dan penuh debu, karena lokasi tempatnya berdiam selama ini merupakan jalan yang dilalui kendaraan angkutan berat seringkali debu beterbangan.
"Dari perkiraan kami, korban berusia di atas 30 tahun," tambah Jais. Dirinya masih melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui identitas korban serta mencari tahu apakah ada keluarga yang bisa dihubungi.
Kabar orang telantar di gubuk Jalan M Hatta dekat Bundaran KB viral. Video seorang sopir memberikan makanan kepada sosok perempuan yang lemas tersebut dibagikan di sosial media dan grup Whatsapp berkali-kali. (DEWI PATMALASARI/R)









