SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Tiga kebakaran terjadi dalam satu hari di Kabupaten Kotawaringin Timur pada Rabu, 31 Januari 2025. Bahkan 2 di antaranya terjadi di kawasan padat penduduk. 

Hal in membuat Wakil Bupati Kotim Irawati prihatin dan meminta PLN segera melakukan peremajaan kabel listrik guna mencegah insiden serupa terulang.

Hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun, Irawati menegaskan perlunya tindakan pencegahan, terutama terkait kelistrikan, agar kejadian serupa tidak terulang. 

"Saya meminta PLN segera melakukan peremajaan kabel listrik. Sudah beberapa tahun ini tidak ada peremajaan kabel di Kotim," kata Irawati, Jumat, 31 Januari 2025.

Dia juga mendorong PLN untuk melakukan sosialisasi terkait pemakaian kabel listrik. Masyarakat perlu mengetahui jenis kabel yang aman untuk penggunaan sehari-hari dan yang hanya bisa digunakan dalam waktu terbatas.

"Korsleting listrik akibat kurangnya pemahaman masyarakat bisa berakibat fatal. Jadi, penting untuk ada edukasi dari PLN," tambahnya.

Irawati juga mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati, terutama saat meninggalkan rumah. Sebelum keluar rumah, masyarakat harus memastikan bahwa kompor sudah dimatikan dan alat elektronik dicabut. 

"Karena kesalahan kecil bisa berakibat besar, bahkan merugikan orang lain di sekitar," ujarnya. Saat ini data jumlah korban terdampak masih dalam proses pendataan oleh dinas sosial.

"Saya meminta Dinas Sosial untuk segera mendata jumlah kepala keluarga dan anak-anak yang menjadi korban agar bantuan dari pemerintah daerah bisa segera disalurkan," tutupnya.

Sebelumnya kejadian kebakaran pertama dilaporkan pukul 07.25 WIB di Jalan Elang, Kompleks Kamar 20, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Kebakaran ini menyebabkan dua rumah hangus terbakar dan dua lainnya terdampak.

Selanjutnya, kebakaran kedua terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan Muchran Ali, Gang Delima Kuning. Api melalap empat rumah, sementara dua rumah lainnya terdampak.

Kebakaran ketiga terjadi pukul 13.00 WIB, menghanguskan kantin SDN 6 Pelangsian. Kejadian ini terjadi saat pemilik kantin belanja ke Sampit. (DEWI PATMALASARI/R)