BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi II DPRD Palangka Raya, Arthur Apriossi Tuwan menekankan pentingnya menjaga habitat orangutan agar tidak memasuki kawasan permukiman masyarakat.
"Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mendukung program konservasi yang bertujuan untuk melindungi habitat orangutan dan mencegah mereka mendekati area permukiman," ujarnya, Junat, 31 Januari 2025.
Ia pun mencontohkan Arboretum Nyaru Menteng di Palangka Raya berfungsi sebagai pusat rehabilitasi dan konservasi orangutan. Orangutan dirawat sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya.
"Selain itu penting bagi masyarakat untuk terlibat dalam menjaga kelestarian hutan dan mendukung inisiatif konservasi. Dengan demikian, keseimbangan antara kehidupan manusia dan satwa liar dapat terjaga," jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat harus menjaga hutan, dan tidak merusaknya agar habitat orangutan tetap terjaga. Selain itu, masyarakat diimbau jangan melakukan ilegal loging maupun pembabatan hutan secara besar-besaran.
"Orangutan merupakan spesies yang sangat bergantung pada hutan sebagai tempat tinggal dan sumber makanan. Ketika habitatnya terganggu, mereka terpaksa mencari makanan di luar kawasan hutan, termasuk di permukiman warga," ungkapnya.
Dengan menjaga kelestarian hutan, ujarnya sebagai cara melindungi keseimbangan ekosistem dan mencegah dampak negatif terhadap kehidupan masyarakat.
"Langkah konkret yang dapat dilakukan adalah dengan mendukung program konservasi, mengurangi praktik pembakaran hutan, serta memastikan bahwa kebijakan pembangunan tetap memperhatikan aspek lingkungan," imbuhnya.
Untuk itu ia mengharapkan pemerintah daerah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk menemukan solusi yang berkelanjutan agar pembangunan tetap berjalan tanpa merusak ekosistem yang menjadi rumah bagi satwa liar seperti orangutan. (MARINI/R)









