BORNEONEWS, Pulang Pisau - Masyarakat adat Dayak memiliki budaya yang beragam dari setiap suku yang ada, salah satunya tarian yang selalu ada cerita, dalam setiap gerakan yang ditampilkan.
Namun, kesenian menari saat ini kurang diminati oleh kaum muda, sehingga banyak pelaku seni, terus mengupayakan supaya kesenian dan budaya Dayak tidak hilang.
Fatmawatie, pimpinan Sanggar Tari Buluh Merindu Pulang Pisau menyampaikan, kehadiran sanggarnya diharapkan bisa menjadi warna baru untuk menambah khasanah seni tari di wilayah Kalimantan tengah.
“Banyak anak muda yang kurang meminati kesenian daerah, namun banyak cara untuk menumbuhkan kemauan anak muda supaya minat dalam kesenian," kata Fatma, Sabtu, 1 Febuari 2025
Menurut Fatma cara untuk menumbuhkan minat anak muda, dengan membuka kelas di sekolah - sekolah.
"Mau tidak mau saya ke sekolah, untuk mengajarkan anak - anak menari dan manyipet, dari situ mereka mulai tertarik dan sekarang sudah ada anak remaja yang rutin latihan di Sanggar Buluh Merindu," ujar Fatma.
Fatma berharap, anak muda terus melestarikan seni budaya supaya tidak punah, sebagai bentuk penghargaan leluhur yang sudah menurunkan warisan seni budaya yang sangat beragam.
Sanggar Taru Buluh Merindu dibentuk sejak tahun 80-an oleh Ngeok Laga, seorang tokoh seni budaya dari Mintin. Sanggar seni Buluh Merindu kini menaungi para putra- putri daerah, khususnya asal desa Mintin yang cinta dan ingin mendalami kesenian tari-tarian tradisional. (RETHA/j)









