SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Swalayan UMKM Sampit khususnya bagian galeri yang menjual kerajinan dan aneka produk oleh-oleh menunjukkan perkembangan positif sejak dibuka pada pertengahan Desember 2024. Dalam dua bulan berjalan ini, omzet galeri ini mengalami peningkatan sebesar 20-25 persen.

"Alhamdulillah, perkembangannya cukup bagus. Ada peningkatan dari sisi omzet dan jumlah produk yang masuk. Bahkan produk UMKM dari kabupaten tetangga juga ada di sini. Jika hanya mengandalkan Kotim, jumlah produk sangat terbatas, sehingga kami juga menerima dari daerah lain," kata Nurifa, pengelola Galeri Swalayan UMKM Sampit, Sabtu, 1 Februari 2025.

Galeri Swalayan UMKM Sampit yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso kini menjadi pusat jajanan dan oleh-oleh khas daerah. Saat ini, galeri tersebut telah menampung sekitar 200 jenis produk konsumsi dari sekitar 100 UMKM.

"Produk ini tidak hanya dari UMKM asal Kotawaringin Timur (Kotim), tetapi juga dari Seruyan, Pangkalan Bun, Palangka Raya, dan sekitarnya," tambah Nurifa.

Produk yang dijual beragam, mulai dari makanan ringan olahan UMKM hingga kerajinan tangan seperti topi dan tas anyaman purun, baju, hijab dari ecoprint, dan lainnya.

--page

Untuk terus meningkatkan penjualan dan kunjungan, Galeri Swalayan UMKM Sampit menerapkan berbagai strategi promosi, seperti promosi melalui media sosial, kerja sama dengan influencer untuk meningkatkan eksposur produk UMKM dan live music.

Selain itu, pihak pengelola berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah dengan menggelar berbagai kegiatan di tempat tersebut.

"Harapan kami, dengan adanya acara yang melibatkan pemerintah, semakin banyak orang yang tahu tentang galeri ini. Karena beberapa pengunjung baru mengetahui keberadaan kami setelah menghadiri acara di sini. Kami juga berharap media terus membantu menyebarkan informasi," ujar Nurifa.

Selain galeri, Swalayan UMKM juga terdapat sejumlah outlet yang menjajakan aneka kuliner yang dapat dinikmati langsung di lokasi. Dengan konsep swalayan yang modern dan nyaman, diharapkan tempat ini semakin menjadi pilihan bagi masyarakat dan wisatawan yang mencari oleh-oleh khas daerah serta berwisata kuliner. (DEWI PATMALASARI/Y)