BORNEONEWS, Palangka Raya - Musim hujan diprediksi akan berlangsung hingga bulan Agustus 2025. Hal ini disampaikan berdasarkan prakiraan cuaca oleh Stasiun meteorologi kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya.
Durasi musim hujan yang panjang ini perlu diwaspadai oleh seluruh masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) guna mencegah dampak negatif yang mungkin terjadi.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tommy Irawan, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam yang kerap terjadi selama musim hujan.
Tommy Irawan menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi musim hujan. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi prakiraan cuaca secara berkala dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
"Kesigapan dalam menghadapi potensi bencana sangat penting untuk meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi," katanya, Sabtu, 1 Februari 2025.
--page
Selain itu, Tommy Irawan juga meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim hujan. Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan langkah-langkah antisipasi seperti membersihkan saluran drainase, melakukan pengerukan sungai, dan mempersiapkan tempat evakuasi jika terjadi bencana.
Koordinasi antar instansi juga sangat penting untuk memastikan penanganan bencana yang efektif dan efisien. Masyarakat juga diimbau untuk melakukan langkah-langkah mitigasi bencana di tingkat rumah tangga.
Hal ini meliputi membersihkan lingkungan sekitar rumah dari sampah dan memastikan saluran air lancar. Masyarakat juga perlu menyiapkan perlengkapan darurat seperti perbekalan makanan, obat-obatan, dan penerangan.
Dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang tinggi, diharapkan dampak negatif dari musim hujan yang panjang dapat diminimalisir.
"Kerjasama antara masyarakat dan pemerintah daerah sangat penting dalam menghadapi tantangan ini," pungkasnya. (PATHUR/y)









