PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, mengusulkan pembangunan infrastruktur pemukiman, serta pembangunan gedung sekolah, dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.

Usulan ini disampaikan sebagai bagian dari aspirasi masyarakat yang terus berkembang, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan pembangunan di kawasan tersebut.

Kepala Desa Pasir Panjang, Tamel Otel, menyampaikan bahwa desanya memiliki 30 Rukun Tetangga (RT) dengan jumlah penduduk mencapai 15 ribu jiwa. Sebagai desa yang berada di tengah perkotaan Pangkalan Bun, kebutuhan akan infrastruktur dan sarana pendidikan menjadi prioritas utama.

"Usulan yang kami sampaikan ini merupakan aspirasi masyarakat saat Musrenbang tingkat desa. Dengan terus bertambahnya jumlah penduduk dan kawasan pemukiman, kami berharap peningkatan infrastruktur jalan serta pembangunan gedung sekolah dapat segera direalisasikan," ujar Tamel Otel, Sabtu, 1 Februari 2025.

Salah satu usulan utama adalah perbaikan jalan di kawasan BTN Tora yang memiliki sekitar 1.000 unit perumahan, namun kondisi jalannya masih memprihatinkan. Selain itu, jalan menuju tempat pemakaman lima agama sepanjang 450 meter juga membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah.

--page


"Jika hanya mengandalkan dana desa, anggarannya tidak mencukupi. Pada tahun 2024, dana desa kami sebesar Rp1,5 miliar, tetapi tahun ini hanya Rp800 juta. Dengan keterbatasan ini, pembangunan infrastruktur jalan, baik di pemukiman maupun menuju pemakaman, sulit untuk direalisasikan," jelasnya.

Tamel juga menambahkan bahwa sebagian dana desa telah digunakan untuk peningkatan sarana dan prasarana di destinasi wisata pemandian yang dikelola oleh BumDes Pasir Panjang. Destinasi ini berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi pengunjung.

Selain infrastruktur, Desa Pasir Panjang juga mengusulkan pembangunan gedung Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Saat ini, desa tersebut belum memiliki fasilitas pendidikan tingkat SMA, sehingga menyulitkan siswa yang ingin melanjutkan pendidikan.

"Meskipun ada aturan baru mengenai penghapusan sistem zonasi, melihat perkembangan jumlah penduduk, kami sangat membutuhkan gedung SMA atau SMK di desa ini," kata Tamel.

Seluruh usulan ini telah disampaikan kepada Camat Arut Selatan dan Kepala Bappedalitbang Kotawaringin Barat. Tamel berharap pemerintah daerah dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat agar sarana pendidikan dan infrastruktur di Desa Pasir Panjang semakin memadai.

"Kami berharap usulan ini dapat terealisasi, sehingga infrastruktur jalan lebih baik dan sarana pendidikan di desa kami semakin lengkap," pungkasnya. (DANANG/Y)