BORNEONEWS, Tamiang Layang – Ketua Karang Taruna Desa Pulau Patai, Kabupaten Barito Timur, Ero Saputra, mulai mengembangkan budidaya nanas madu (Ananas comosus (L.) Merr) di lahan miliknya yang terletak di RT 02 Desa Pulau Patai. Tanaman nanas tersebut kini telah berusia sembilan bulan dan mulai menunjukkan hasil dengan beberapa pohon yang mulai berbuah.
"Saya mulai menanam pada bulan April 2024, ada 2.000 pohon yang saya tanam, biasanya usia panennya mulai umur satu tahun," ungkap Ero saat ditemui di kebun nanas miliknya, Sabtu, 1 Februari 2025. Bibit nanas tersebut ia beli dari wilayah Parigi dan Kalahien, Kabupaten Barito Selatan, dengan harga Rp2.000 per bibit.
Keinginan untuk menanam nanas madu muncul setelah Ero melihat keberhasilan petani nanas di wilayah tersebut. Terlebih, di Barito Timur, buah yang dikenal sebagai buah para bangsawan di Eropa pada abad ke-17 ini masih jarang dibudidayakan secara luas.
"Nanas madu juga paling diminati oleh penggemar buah nanas karena rasanya yang tetap manis sekalipun belum matang sempurna," jelas Ero.
Ke depan, ia berencana menambah jumlah tanaman nanas dengan memanfaatkan bibit dari anakan nanas yang sudah ada hingga mencapai 10.000 pohon.
--page
"Jadi nanti saya tidak perlu membeli bibit lagi, hanya mengambil dari anakan nanas yang sudah ada untuk mengisi sela-sela yang masih kosong dan lahan yang masih tersisa," kata pemuda yang juga bekerja sebagai anggota Satpol PP ini.
Meski demikian, Ero mengaku belum memiliki pasar yang jelas untuk menjual hasil panennya nanti. "Kita masih coba dulu. Nanti saat panen, kita akan mencari bagaimana pemasarannya. Jadi teman-teman yang ingin membeli nanas madu, silakan mulai bulan April bisa menghubungi saya atau berkunjung langsung ke kebun," pesannya.
Ero mengatakan, ia akan menjual buah nanas dengan harga tertinggi Rp10.000 per buah untuk ukuran sekitar 1 kilogram. Sedangkan nanas yang lebih kecil akan dijual dengan harga lebih murah.
"Kalau agak kecil bisa kita jual dengan harga per tiga buah Rp20.000. Hasil panennya memuaskan, sudah ada beberapa buah yang saya panen. Kebetulan tanah di sini juga subur, jadi saat ini belum memerlukan banyak perawatan tambahan," tambahnya.
Ero berharap ke depan apa yang dilakukannya mendapatkan dukungan dari pemerintah dalam bentuk bantuan pupuk bersubsidi, alat pertanian, teknologi pengolahan hasil pertanian maupun pemasaran.
--page
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Barito Timur, Ariwaratanu, mengapresiasi inisiatif Ero dalam memanfaatkan potensi pertanian lokal. Menurutnya, langkah ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan di tingkat desa tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pemuda setempat.
"Kami sangat bangga dengan langkah yang diambil Ero. Ini contoh nyata bagaimana pemuda terutama anggota Karang Taruna bisa berkontribusi dalam pembangunan desa melalui inovasi di sektor pertanian. Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi Karang Taruna di desa lain," ujar Ariwaratanu. (AGUSTINUS BOLE MALO/Y)









