BORNEONEWS, Palangka Raya – Menjelang bulan Ramadan, Sekretaris Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, mendesak pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk meningkatkan kolaborasi dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan.
Hal ini penting untuk memastikan ketersediaan bahan pangan pokok bagi masyarakat dan mencegah terjadinya lonjakan harga yang signifikan.
Junaidi menyampaikan bahwa sinergi antar pemerintah daerah sangat krusial dalam mengantisipasi potensi gejolak harga menjelang bulan Ramadan. Dengan kolaborasi yang baik, pemerintah dapat melakukan pengawasan dan pengendalian distribusi bahan pangan secara efektif.
"Hal ini akan mencegah terjadinya kelangkaan dan penimbunan yang dapat memicu kenaikan harga," katanya, Minggu, 2 Februari 2025.
Ia juga menekankan pentingnya pemantauan harga bahan pangan pokok di pasar-pasar tradisional dan modern. Pemerintah harus memiliki data yang akurat dan terkini tentang harga komoditas pangan untuk dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menjaga stabilitas harga.
Pemantauan yang ketat akan membantu mengidentifikasi potensi masalah sejak dini. Selain pemantauan harga, Junaidi juga menyarankan agar pemerintah meningkatkan kerjasama dengan para petani dan distributor untuk memastikan kelancaran distribusi bahan pangan.
Pemerintah dapat memberikan bantuan dan insentif kepada petani agar mereka dapat meningkatkan produksi. Kerjasama dengan distributor juga penting untuk memastikan ketersediaan bahan pangan di pasar.
Junaidi juga mendorong pemerintah untuk memperkuat program-program ketahanan pangan yang sudah ada. Program-program tersebut dapat meliputi diversifikasi pangan, peningkatan produksi pertanian, dan pengembangan infrastruktur pertanian.
"Dengan memperkuat program-program ini, pemerintah dapat meningkatkan ketahanan pangan jangka panjang," pungkasnya. (PATHUR/H)









