BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus berupaya memastikan kualitas produk pangan yang digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini dirancang untuk menyediakan makanan bergizi bagi kelompok masyarakat rentan, seperti anak-anak sekolah dan keluarga prasejahtera.
Kepala Distan Kobar, Kris Budi Hastuti menegaskan bahwa dukungan dari unit usaha peternakan yang telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) menjadi kunci dalam menjamin keamanan dan kualitas pangan yang digunakan dalam program tersebut.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap produk daging dan telur yang digunakan dalam Program MBG, telah memenuhi standar keamanan pangan yang ketat," ujarnya, Minggu, 2 Februari 2025.
Menurut Kris Budi, pembinaan terhadap pelaku usaha peternakan terus dilakukan agar mereka dapat meningkatkan kualitas produknya.
Dengan adanya standar yang jelas dan pengawasan ketat, diharapkan tidak hanya gizi masyarakat yang meningkat, tetapi juga kesejahteraan peternak lokal.
"Jika unit usaha bisa memenuhi standar NKV, maka mereka bisa lebih kompetitif dan dipercaya dalam program-program pemerintah," tambahnya.
Selain pembinaan, Distan Kobar juga melakukan pengawasan terhadap distribusi bahan pangan untuk memastikan tidak ada produk yang tidak layak konsumsi masuk dalam program.
Program MBG sendiri diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi masalah kekurangan gizi di masyarakat, terutama bagi anak-anak usia sekolah.
Dengan konsumsi makanan bergizi yang lebih terjamin, diharapkan dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta perkembangan fisik dan mental anak-anak di Kobar.
"Kami berharap program ini bisa berjalan secara berkelanjutan dan semakin banyak unit usaha yang memenuhi standar NKV sehingga masyarakat bisa mendapatkan manfaat yang maksimal," pungkasnya. (DANANG/R)









