BORNEONEWS, Palangka Raya – Festival Persahabatan Kalimantan Tengah resmi ditutup oleh Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko di Lapangan Sanaman Mantikei Palangka Raya.
Yuas Elko menegaskan bahwa Kalimantan Tengah merupakan daerah yang terbuka terhadap keberagaman suku, budaya, dan agama. Ia menilai keharmonisan antarumat beragama di daerah ini telah terjalin dengan baik.
“Hal ini tentunya harus terus dijaga demi terwujudnya kebersamaan dan kerukunan kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan,” ucap Yuas Elko di Palangka Raya, Sabtu, 1 Februari 2025.
Yuas menambahkan bahwa perbedaan merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari, namun justru bisa menjadi dasar untuk memperkuat persatuan dan kesatuan.
Ia mengibaratkan keberagaman sebagai pelangi yang memberikan keindahan bagi semua pihak.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan tidak hanya bagi umat Kristiani, tetapi juga antarumat beragama di Kalimantan Tengah agar tetap menjaga keharmonisan dan kedamaian sesuai dengan falsafah Huma Betang.
"Mari kita bersama-sama menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk meneguhkan komitmen kita dalam mewujudkan damai sejahtera di Indonesia,” pungkasnya. (HERMAWAN DP/R)









