BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan, yang membidangi Komisi II menyoroti pentingnya pemantauan harga pakan ternak.
Ia menekankan bahwa fluktuasi harga pakan ternak dapat berdampak langsung pada kenaikan harga daging dan telur di pasaran.
"Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis untuk memastikan stabilitas harga pakan ternak guna menjaga keterjangkauan harga produk hewani bagi masyarakat," ujarnya, Minggu, 2 Februari 2025.
Legislator PKB ini juga mengungkap, salah satu faktor yang mempengaruhi kenaikan harga pakan ternak adalah penurunan produksi jagung, yang merupakan komponen utama dalam pakan ternak.
"Hal ini menyebabkan pemerintah harus mengimpor jagung untuk memenuhi kebutuhan, yang pada akhirnya meningkatkan biaya produksi pakan," tuturnya.
Kenaikan biaya menurutnya, dapat membebani para peternak dan berpotensi menaikkan harga produk hewani seperti daging dan telur.
"Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya kolaboratif antara pemerintah dan peternak. Salah satunya adalah dengan mengembangkan pakan ternak lokal berbasis teknologi," terangnya.
Dengan pemantauan harga dan kualitas pakan ternak yang efektif diharapkannya harga daging dan telur di pasaran dapat lebih stabil dan terjangkau bagi masyarakat. (MARINI/R)









