BORNEONEWS, Palangka Raya - Catholic Center Keuskupan Palangka Raya, yang terletak di Jalan D A Tawa, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, memiliki luas 60 hektare.
Pekan lalu Porta Gratia Dei atau dalam bahasa Indonesia, diartikan sebagai Gerbang Kasih Karunia Allah yang merupakan pintu gerbang Catholic Center telah diberkati dan diresmikan.
Tempat ini merupakan Pusat Pelayanan Pastoral yang menjadi pusat pengembangan iman dan pendidikan bagi umat Katolik. Seluruh fasilitas dan ruangan gedung diutamakan untuk pelayanan Pastoral bagi umat Katolik, namun juga terbuka untuk kalangan terbatas di luar Katolik.
Uskup Palangka Raya, Mgr DR Aloysius M Sutrisna Atmaka, MSF disaksikan Umat Katolik Keuskupan Palangka Raya, bersama Uskup Keuskupan Agung Samarinda Mgr Harjo Susanto, MSF dan Uskup Tanjung Selor, Mgr Paulinus Yan Olla, MSF sejumlah tamu undangan dari luar daerah ini, memberkati dan meresmikan Porta Gratia Dei ini.
"Sebagai pusat pelayanan Pastoral, gedung ini akan menampung seluruh kantor-kantor komisi kategorial maupun non kategorial. Selain itu, di sini juga akan terdapat museum Sejarah Gereja Katolik Kalimantan Tengah dan pusat informasi kekatolikan yang melayani wilayah Provinsi Kalimantan Tengah," kata Uskup dalam rilis yang diterima Borneonews pada Minggu, 2 Februari 2025.
Catholic Center ini diharapkan dapat menjadi pusat informasi dan sejarah yang penting bagi umat Katolik di wilayah tersebut.
"Saat ini, beberapa fasilitas yang telah beroperasi di kompleks Catholic Center antara lain Goa Maria, yang berfungsi sebagai sarana ziarah dan doa. Goa Maria ini menjadi tempat yang sangat penting bagi umat Katolik untuk berdoa dan merenung," jelas Uskup lagi.
Selain itu, terdapat juga fasilitas pendidikan SMA Katolik Santo Aloysius yang diresmikan pada 2019. Sekolah ini bertujuan untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi generasi muda Katolik di wilayah tersebut.
Catholic Center ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah dan pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan spiritual bagi umat Katolik.
"Dengan adanya berbagai fasilitas yang mendukung, diharapkan umat Katolik dapat lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperdalam iman mereka. Selain itu, tempat ini juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarumat beriman di wilayah Kalimantan Tengah," katanya.
Keberadaan museum Sejarah Gereja Katolik Kalimantan Tengah di Catholic Center ini juga memiliki peran penting dalam melestarikan sejarah dan warisan gereja di wilayah tersebut.
Museum ini akan menjadi tempat yang menyimpan berbagai artefak dan dokumen bersejarah yang berkaitan dengan perkembangan gereja Katolik di Kalimantan Tengah. Dengan demikian, generasi mendatang dapat belajar dan menghargai sejarah gereja mereka.
"Secara keseluruhan, Catholic Center Keuskupan Palangka Raya diharapkan dapat menjadi pusat pelayanan yang komprehensif bagi umat Katolik di wilayah tersebut. Dengan berbagai fasilitas yang ada, tempat ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan spiritual, pendidikan, dan informasi bagi umat Katolik. Selain itu, tempat ini juga diharapkan dapat menjadi simbol kebanggaan bagi umat Katolik di Keuskupan Palangka Raya," tutup Uskup.(TESTI PRISCILLA/R)









