BORNEONEWS, Palangka Raya – Prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ika, memprediksi kondisi cuaca di Kalimantan Tengah akan didominasi oleh berawan hingga hujan ringan.
Namun potensi hujan sedang hingga lebat diprediksi akan terjadi di wilayah Kalteng bagian utara. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 23°C hingga 33°C, dengan kelembaban udara antara 60 persen hingga 95 persen.
Angin umumnya bertiup dari arah barat daya hingga utara dengan kecepatan 5-15 kilometer per jam.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir atau kilat dan angin kencang antara 3-5 Februari 2025 meliputi Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Palangka Raya.
"Sedangkan untuk periode 6-9 Februari 2025, wilayah yang berpotensi hujan lebat meluas hingga mencakup Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Seruyan, dan kembali meliputi wilayah-wilayah yang disebutkan sebelumnya," katanya, Senin, 3 Februari 2025.
Tinggi gelombang di perairan selatan Kalimantan Tengah diprediksi berkisar antara 0,75 hingga 2,0 meter (rendah hingga sedang) selama periode prakiraan. Masyarakat pesisir pantai diimbau tetap waspada terhadap kondisi gelombang laut.
Masyarakat Kalimantan Tengah diimbau untuk waspada terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di sebagian besar wilayah.
Hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat dan durasi singkat juga berpotensi terjadi, bahkan disertai angin puting beliung.
Potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang perlu diwaspadai. Pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulonimbus) juga berpotensi meningkatkan intensitas hujan dan tinggi gelombang di wilayah pesisir dan perairan selatan Kalteng.
Untuk informasi prakiraan cuaca terkini dan pembaruan, masyarakat dapat kembali menghubungi Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya.
"Kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk meminimalisir dampak buruk dari cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi," pungkasnya. (PATHUR/R)









