BORNEONEWS, Kobar - Sekolah Taman Kanak-kanak Kartika Kodim 1014/Pangkalan Bun, menerapkan konsep belajar, selain di dalam ruang kelas (indoor) juga di luar kelas (outdoor). Penerapan konsep belajar tersebut bertujuan untuk menambah wawasan bagi murid yang berbasis pendidikan. Selain itu, penerapan belajar di luar lingkungan sekolah juga dapat mengatasi kebosanan dan kepenatan bagi murid dengan pelajaran yang diberikan oleh para guru.
Menurut Kepala Sekolah TK Kartika Kodim 1014/Pbn, Yemi Afrianti pola belajar di luar ruangan kelas merupakan salah satu upaya terciptanya pembelajaran untuk terhindar dari kejenuhan, kebosanan, dan persepsi belajar hanya di dalam ruang kelas. Ia juga mengatakan pembelajaran tak perlu melulu dilakukan di dalam kelas, tetapi bisa di luar kelas, seperti di tempat-tempat terbuka sebagai tempat manusia saling berinteraksi.
"Dan itu yang kami lakukan dengan menggiring puluhan siswa ke kawasan Monumen Palagan Sambi, Bundaran Pancasila," kata Yemi Afrianto, di Pangkalan Bun, Jumat (23/9/2016).
Ketua Yayasan TK Kartika Jaya Cabang XL Kodim 1014/Pbn, Tamara Alisa mengatakan konsep belajar di luar ruangan sekolah telah diperluas menjadi belajar dari luar sekolah sehingga murid dapat mengembangkan kreativitasnya serta dapat melihat berbagai aspek secara luas.
Saat ditanyai terkait dengan diboyongnya puluhan murid TK Kartika ke Monumen Palagan Sambi, ia menjelaskan bahwa ia berharap bahwa murid-murid secara dini dapat mengetahui sejarah perjuangan pahlawan serta sejarah kedirgantaraan di Kabupaten Kobar.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa monumen Palagan Sambi didirikan untuk mengenang peristiwa penerjunan payung pertama TNI AU di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kobar pada tahun 1947.
"Di monumen ini kan dipajang sebuah pesawat Dakota yang di pakai saat penerjunan pertama, sementara di dinding ada relief yang mengguratkan kisah penerjunan saat itu, secara dini hal ini dapat diketahui oleh murid-murid," terang Tamara.
Rencananya, selain menggelar kegiatan belajar di Monumen Palagan Sambi, pihak sekolah juga kembali akan mengunjungi KPAD dan yayasan orang utan (Yayorin). (KOKO SULISTYO/N).








