BORNEONEWS, Palangka Raya - Perkembangan harga berbagai komoditas pada Januari 2025 di Kalimantan Tengah secara umum menunjukkan adanya peningkatan dibanding bulan yang sama tahun 2024. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Kalimantan Tengah di 4 kabupaten/kota, pada Januari 2025 terjadi inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 0,28 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen atau IHK dari 105,76 pada Januari 2024 menjadi 106,06 pada Januari 2025. Sementara tingkat inflasi month-to-month atau m-to-m dan year-to-date atau y-to-d masing-masing sebesar -0,54 persen.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyatakan bahwa inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran.
"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik sebesar 2,98 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,68 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,44 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,91 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,91 persen, kelompok pendidikan sebesar 2,25 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,99 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,62 persen," kata Agnes menyampaikan berita resmi statistik pada Senin, 3 Februari 2025.
Hal ini disampaikan Agnes saat menyampaikan berita resmi statistik bulanan dengan didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan atau Ekbang Setda Provinsi Kalteng, Sri Widanarni.
Agnes menjelaskan bahwa tidak semua kelompok pengeluaran mengalami kenaikan. Beberapa kelompok justru mengalami penurunan indeks harga.
--page
"Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami penurunan sebesar 11,23 persen, kelompok transportasi sebesar 0,31 persen, dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen," tambah Agnes.
Agnes juga menyoroti bahwa inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 0,97 persen dengan IHK sebesar 107,81.
"Sementara itu, deflasi terjadi di Kota Palangka Raya sebesar 0,15 persen dengan IHK sebesar 105,15," ungkapnya.
Lebih lanjut, Agnes menjelaskan bahwa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Januari 2025 antara lain emas perhiasan, ikan gabus, Sigaret Kretek Mesin (SKM), cabai rawit, minyak goreng, kopi bubuk, beras, telur ayam ras, bawang merah, terong, udang basah, ikan patin, ikan bakar, Sigaret Kretek Tangan (SKT), gula pasir, pemeliharaan/service, bawang putih, bayam, sewa rumah, dan sepeda motor.
"Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y antara lain tarif listrik, daging ayam ras, angkutan udara, tomat, bahan bakar rumah tangga, bensin, ikan nila, ikan asin sepat, ikan papuyu, susu bubuk untuk balita, sabun cair/cuci piring, pepaya, jeruk, ikan saluang, pisang, solar, ikan lele, sabun mandi cair, rampela hati ayam, dan susu bubuk untuk bayi," jelas Agnes.
Agnes berharap masyarakat dapat memahami perkembangan harga ini dan mengambil langkah yang tepat dalam mengelola keuangan mereka.
"Kami akan terus memantau perkembangan harga dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat," tuturnya.(TESTI PRISCILLA/Y)









