BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Zainudin, mendorong aparat keamanan untuk melakukan patroli rutin di Terowongan Nur Mentaya guna mencegah keresahan masyarakat.
Hal ini menyusul laporan adanya aktivitas yang mengganggu ketertiban umum, seperti musik keras yang berlangsung hingga larut malam.
Terowongan Nur Mentaya bukan hanya sekadar fasilitas penerangan, tetapi juga menjadi salah satu ikon kebanggaan Kotim. Menurut Zainudin, setelah pandemi COVID-19, lokasi tersebut turut mengangkat citra daerah, meningkatkan daya tarik wisata, dan memperkuat nilai jual Kotim.
"Penerangan di Terowongan Nur Mentaya bukan hanya untuk keamanan, tetapi juga menambah keindahan dan ciri khas Kotim. Setelah pandemi, tempat ini semakin dikenal luas, sehingga penting untuk menjaga ketertiban agar masyarakat dan wisatawan tetap nyaman," kata Zainudin, Senin, 3 Februari 2025.
Belakangan ini, muncul laporan dari warga sekitar terkait aktivitas yang dianggap mengganggu ketertiban, terutama suara musik keras yang berlangsung hingga larut malam.
Zainudin mengimbau pedagang untuk tidak melakukan aktivitas yang meresahkan di lokasi tersebut. Menurutnya, keberadaan Terowongan Nur Mentaya harus tetap memberikan manfaat positif bagi masyarakat dan tidak menimbulkan masalah sosial.
Sebagai langkah pencegahan, Zainudin meminta pihak kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk meningkatkan patroli atau bahkan menempatkan petugas jaga khusus di lokasi.
"Saya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan ketertiban umum. Tentu, pihak keamanan seperti kepolisian dan Satpol PP perlu melakukan patroli atau menempatkan petugas khusus untuk mengurangi hal-hal yang tidak kita inginkan," tambahnya.
Keberadaan Terowongan Nur Mentaya sebagai ikon Kotim harus tetap dijaga, baik dari segi keindahan maupun ketertiban. Diharapkan dengan adanya patroli rutin, keresahan masyarakat dapat berkurang dan area ini tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman. (DEWI PATMALASARI/H)









