KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pembahasan sektor kesehatan menjadi salah satu fokus dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Kapuas Kuala, Senin, 3 Februari 2025.

Sejumlah usulan yang masuk dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat setempat.

Salah satu usulan yang kembali diperjuangkan adalah penimbunan dan pembuatan halaman Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Batanjung di RT 001. 

Usulan ini telah diajukan sejak beberapa tahun sebelumnya, namun hingga kini masih belum terealisasi. Evi, pimpinan Puskesmas Lupak, kembali mengangkat aspirasi ini agar dapat menjadi prioritas pembangunan tahun 2026.

Selain itu, terdapat permohonan pengadaan kursi roda, kaki palsu, dan alat bantu pendengaran bagi penyandang disabilitas dari Desa Sei Bakut. Namun, usulan ini lebih sesuai untuk Dinas Sosial dibandingkan Dinas Kesehatan.

"Meski demikian, kebutuhan ini tetap menjadi perhatian dalam Musrenbang sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Sekretaris Dinas Kesehatan, Jum’atil Fajar.

Dalam forum ini, dr Jum'atil Fajar hadir mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas didampingi Evri Astuti selaku Ketua Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Yessy Octavianus selaku Anggota Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Rujukan. 

Kehadiran mereka menunjukkan komitmen Dinas Kesehatan dalam memastikan bahwa setiap usulan yang berkaitan dengan sektor kesehatan dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah. (DODI/H)