BORNEONEWS, Palangka Raya - Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada Januari 2025 sebesar 2,98 persen year-on-year atau y-on-y. Indeks harga konsumen untuk kelompok ini meningkat dari 109,32 pada Januari 2024 menjadi 112,58 pada Januari 2025.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyebutkan bahwa subkelompok minuman yang tidak beralkohol mengalami inflasi tertinggi sebesar 5,37 persen, sementara subkelompok makanan mengalami inflasi terendah sebesar 2,50 persen.
"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 1,16 persen pada Januari 2025. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi tersebut adalah ikan gabus sebesar 0,26 persen, diikuti oleh Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebesar 0,18 persen, dan cabai rawit sebesar 0,16 persen," kata Agnes pada Senin, 3 Februari 2025.
Selain itu, lanjutnya, minyak goreng, kopi bubuk, beras, telur ayam ras, bawang merah, terong, dan udang basah juga memberikan andil yang signifikan.
"Namun, beberapa komoditas juga memberikan andil deflasi y-on-y," terang Agnes yang menyampaikan berita resmi statistik bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan atau Ekbang Setda Provinsi Kalteng, Sri Widanarni.
Agnes Widiastuti menjelaskan bahwa daging ayam ras memberikan andil deflasi terbesar sebesar 0,34 persen, diikuti oleh tomat sebesar 0,08 persen 0,03 persen. Komoditas lain seperti ikan asin sepat, ikan papuyu, susu bubuk untuk balita, dan pepaya masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,02 persen.
"Selain inflasi y-on-y, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga memberikan andil inflasi month-to-month atau m-to-m sebesar 0,79 persen pada Januari 2025," katanya.
Agnes Widiastuti menambahkan bahwa daging ayam ras memberikan andil inflasi m-to-m terbesar sebesar 0,29 persen, diikuti oleh cabai rawit sebesar 0,21 persen, dan ikan gabus sebesar 0,16 persen. Cabai merah, semangka, beras, telur ayam ras, terong, dan wortel juga turut menyumbang inflasi bulanan.
Di sisi lain, beberapa komoditas memberikan andil deflasi m-to-m pada Januari 2025. Menurut Agnes Widiastuti, bawang merah dan ikan nila masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,03 persen, sementara tomat dan ikan peda masing-masing sebesar 0,02 persen. Komoditas lain seperti air kemasan, kangkung, sawi hijau, ikan asin sepat, dan jagung manis juga memberikan kontribusi deflasi.
Agnes Widiastuti menekankan pentingnya pemantauan dan pengelolaan harga komoditas untuk menjaga stabilitas inflasi di Kalimantan Tengah.
"Kerja sama antara pemerintah daerah, produsen, dan konsumen sangat diperlukan untuk menghadapi dinamika harga komoditas yang kompleks ini," ujarnya. (TESTI PRISCILLA/H)









