SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kasus kebakaran akibat kelalaian masih menjadi perhatian serius di Kotawaringin Timur (Kotim). Menyikapi hal ini, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, Atimaraahini, melalui Kepala Seksi Operasional, Hery Wahyudi, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan kebakaran agar risiko dapat diminimalkan.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran. Karena kebakaran sangat merugikan tidak hanya diri sendiri, kelalain seringkali menimbulkan bencana yang juga merugikan orang lain," kata Hery Wahyudi, Senin, 3 Februari 2025.

Salah satu penyebab utama kebakaran adalah kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama yang mudah terbakar seperti kertas, plastik, dan kain. Oleh karena itu, masyarakat diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam membuang sampah, terutama saat musim kemarau.

Selain itu, kebiasaan merokok di tempat yang rawan kebakaran, seperti di dekat bahan bakar, kabel listrik, atau bahan kimia, juga harus dihindari karena dapat memicu kebakaran dengan cepat.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran dalam menggunakan peralatan listrik. Meninggalkan lampu, komputer, atau mesin dalam keadaan menyala tanpa pengawasan dapat meningkatkan risiko korsleting.

Selain itu, penggunaan peralatan listrik yang rusak atau tidak memenuhi standar, seperti kabel yang sudah aus atau colokan yang longgar, juga dapat menjadi sumber kebakaran.

Selain pencegahan, Hery menyoroti pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran. Ia mengingatkan agar warga mengenali sumber-sumber kebakaran di sekitar mereka, seperti kabel listrik yang rusak, peralatan listrik yang tidak memenuhi standar, atau bahan bakar yang tidak disimpan dengan baik. 

"Dengan mengenali potensi bahaya, masyarakat dapat mengambil tindakan lebih awal untuk mencegah kebakaran," ujarnya. 

Pihaknya juga menyarankan agar setiap rumah dan tempat usaha memiliki peralatan pemadam kebakaran, seperti tabung pemadam api ringan (APAR), selang air, atau alat pemadam lainnya.

Selain itu, warga juga dianjurkan untuk membuat rencana evakuasi agar saat terjadi kebakaran, mereka dapat segera keluar dari rumah atau bangunan dengan cepat dan aman.

"Jika kebakaran terjadi, masyarakat harus tetap tenang dan tidak panik. Kepanikan dapat menghambat proses evakuasi dan pemadaman api. Jika tersedia, alarm kebakaran harus segera diaktifkan untuk memberi peringatan kepada orang lain," tambahnya. 

Jika api masih bisa dikendalikan, masyarakat disarankan menggunakan alat pemadam kebakaran untuk memadamkan api sebelum membesar. Namun, jika api sudah tidak terkendali, evakuasi harus dilakukan secepat mungkin untuk menyelamatkan diri dan keluarga.

Dalam situasi darurat, kerja sama antarwarga menjadi sangat penting. Masyarakat diimbau untuk saling membantu dalam memadamkan api dan menyelamatkan korban kebakaran. Selain itu, segera menghubungi pihak berwenang, seperti pemadam kebakaran, untuk meminta bantuan lebih lanjut.

Adapun nomor layanan Mako Damkar Kotim yaitu 0531-21001 atau melalui layanan Whatsapp 0895-3329-12929.

"Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan dan kesiapsiagaan ini, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran serta melindungi nyawa dan harta benda dari ancaman kebakaran yang dapat terjadi kapan saja," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)