BORNEONEWS, Kapuas - Aplikasi Inovasi Pelayanan Publik di Kabupaten Kapuas masuk nominasi jambore inovasi untuk regional Kalimantan. Untuk Kalimantan Tengah ada 11 orang di antaranya Budi Kurniawan dan Suparman dari Kapuas.

"Kami ke sini untuk melakukan presentasi, wawancara dan melihat aplikasi inovasi yang sudah diterapkan apakah masih dipergunakan atau tidak," kata Lia Rosliana, Staf Diklat PIM Regional Kalimantan III yang berpusat di Samarinda, Kalimatan Timur, Kamis (22/9/2016).

Lia menjelaskan, kehadirannya di Kapuas ini untuk melihat langsung inovasi publik yang sudah dikembangkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apakah itu bermanfaat bagi masyarakat. Sebab inovasi yang diajukan sudah lolos tahap pertama melalui verifikasi data dan administrasi.

"Dari hasil presentasi dan wawancara ternyata inovasi publik Pelayanan Administrasi Terpadu (PATEN) yang dipergunakan di Pemerintah Kecamatan Selat, ternyata benar masih digunakan dan sangat bermanfaat. Saya melihat banyak orang mudah mempergunakan program tersebut," ungkapnya.

Kalau Budi Kurniawan, inovasi pelayanan publik dalam bentuk PATEN, meski orangnya sudah tidak di Kecamatan tetapi inovasinya masih dipergunakan. Sedangkan Suparman inovasinya di bidang kesehatan yang dipergunakan di tiap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

"Kita mencek langsung apakah inovasinya masih di pergunakan atau tidak walaupun orangnya sudah menjabat di instansi lain dan itu masih digunakan," katanya.

Ditambahkan Rosliana, ini merupakan rangkaian jambore inovasi yang nantinya akan dilaksanakan di Tarakan Kalimantan Utara, 25-26 oktober 2016.

"Nantinya dari hasil seleksi ini akan di bawah ke Line yaitu lembaga administrasi negara dan nantinya di umumkan 3 besar oleh Kemenpan di jambore di jambore inovasi pada bulan oktober mendatang."terangnya 

Ia berharap dengan adanya lomba invasi jambore ini dapat memotivasi Aparatur Sipil Negara dapat berkreasi dan inovatif dalam mengembangkan progaram pelayanan publik yang bermanfaat bagi masyarakat.Jangan hanya pada saat diklat pim saja tetapi bagai mana mengembangkan potensi ide kreativitas.

"Kegiatan jambore inovasi ini dapat memberikan dorongan bagi ASN untuk berkreatif dalam mengembangkan progaram pelayanan publik yang bermanfaat bagi masyarakat." katanya. (DJEMMY NAPOLEON/N).