BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Januari 2025, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami deflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 1,55 persen.
Penurunan indeks ini terjadi dari 101,19 pada Januari 2024 menjadi 89,83 pada Januari 2025. Deflasi ini menunjukkan adanya penurunan harga pada berbagai komoditas dalam kelompok ini selama setahun terakhir.
"Subkelompok yang mengalami deflasi y-on-y tertinggi adalah listrik dan bahan bakar rumah tangga dengan angka 26,48 persen. Hal ini mungkin terjadi karena diskon harga listrik yang diberikan pemerintah pada Januari 2025," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Senin, 3 Februari 2025.
Agnes yang menyampaikan berita resmi statistik bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan atau Ekbang Setda Provinsi Kalteng, Sri Widanarni
"Di sisi lain, subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi adalah sewa dan kontrak rumah sebesar 0,69 persen, menunjukkan adanya peningkatan harga dalam subkelompok ini," katanya.
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga pada Januari 2025 memberikan andil deflasi y-on-y sebesar 1,55 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi ini adalah tarif listrik sebesar 1,53 persen, bahan bakar rumah tangga sebesar 0,06 persen, dan semen sebesar 0,01 persen. Penurunan harga komoditas-komoditas ini berkontribusi besar terhadap deflasi yang terjadi.
Namun, terdapat juga komoditas yang memberikan andil inflasi y-on-y dalam kelompok ini, yaitu sewa rumah sebesar 0,03 persen dan tarif air minum PAM sebesar 0,01 persen.
Peningkatan harga pada komoditas-komoditas ini menjadi faktor pendorong inflasi dalam kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.
"Pada periode yang sama, kelompok ini juga memberikan andil deflasi month-to-month atau m-to-m sebesar 1,52 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi m-to-m adalah tarif listrik sebesar 1,52 persen dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen. Deflasi m-to-m menunjukkan adanya penurunan harga komoditas-komoditas ini dari bulan sebelumnya," jelas Agnes.
Secara keseluruhan, deflasi yang terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga di Provinsi Kalimantan Tengah pada Januari 2025 mencerminkan adanya penurunan harga yang signifikan dalam setahun terakhir. Namun, terdapat pula peningkatan harga pada beberapa subkelompok dan komoditas tertentu yang berkontribusi terhadap inflasi.(TESTI PRISCILLA/R)









