BORNEONEWS, Palangka Raya - Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 0,44 persen untuk kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga pada Januari 2025.
Berdasarkan data yang disampaikan oleh Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Senin, 3 Februari 2025 bahwa indeks harga konsumen pada kelompok ini naik dari 102,76 pada Januari 2024 menjadi 103,21 pada Januari 2025.
Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi adalah tekstil rumah tangga, dengan peningkatan sebesar 4,62 persen.
Sebaliknya, subkelompok furnitur, perlengkapan, dan karpet mengalami deflasi y-on-y tertinggi sebesar 1,25 persen.
"Kami mencatat perbedaan yang cukup signifikan antara subkelompok tersebut, yang mengindikasikan adanya dinamika harga yang berbeda di antara komoditas rumah tangga," ujarnya.
Selain itu, pada Januari 2025, kelompok perlengkapan rumah tangga memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,02 persen. Beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y antara lain handuk, upah asisten rumah tangga, sabun detergen bubuk, pembasmi nyamuk bakar, dan mesin cuci, masing-masing sebesar 0,01 persen.
"Komoditas-komoditas ini mencerminkan tren kenaikan harga yang berkontribusi pada inflasi kelompok," jelas Agnes.
Namun, ada juga komoditas yang dominan memberikan andil deflasi y-on-y, yakni sabun cair atau sabun cuci piring, dengan penurunan harga sebesar 0,02 persen.
"Penurunan harga pada komoditas ini memberikan tekanan deflasi yang cukup berarti bagi kelompok perlengkapan rumah tangga," tambah Agnes.
Menariknya, pada Januari 2025, kelompok perlengkapan rumah tangga tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi month-to-month atau m-to-m.
"Ini menunjukkan bahwa meskipun ada pergerakan harga tahunan, tidak ada perubahan berarti yang terjadi dari bulan Desember ke Januari," kata Agnes.
Agnes Widiastuti menyimpulkan bahwa dinamika harga pada kelompok perlengkapan rumah tangga di Kalimantan Tengah mencerminkan faktor-faktor kompleks yang mempengaruhi inflasi.
"Kami akan terus memantau pergerakan harga dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendasarinya untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat," tuturnya.(TESTI PRISCILLA/R)









