BORNEONEWS, Palangka Raya – Koordinator Call Center 112 Palangka Raya, Sucipto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh korsleting listrik.
Imbauan ini disampaikan menyusul beberapa kejadian kebakaran yang terjadi di tahun 2025 ini, yang diduga kuat diakibatkan oleh hubungan arus pendek listrik.
Sucipto menekankan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap seluruh perabotan rumah tangga, terutama yang menggunakan listrik.
Masyarakat dihimbau untuk memastikan semua kabel dan instalasi listrik dalam kondisi baik dan terbebas dari kerusakan. Jika ditemukan kerusakan, segera perbaiki atau hubungi teknisi listrik yang berpengalaman.
"Sebelum meninggalkan rumah, pastikan semua peralatan elektronik seperti televisi, kipas angin, setrika, dan lainnya sudah dicabut dari stop kontak," ujar Sucipto, Selasa, 4 Januari 2025.
Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko terjadinya korsleting listrik yang dapat memicu kebakaran.
Sucipto juga menyarankan agar masyarakat memasang alat pendeteksi asap (smoke detector) di rumah mereka.
Alat ini akan memberikan peringatan dini jika terjadi kebakaran, sehingga memberikan waktu yang cukup bagi penghuni rumah untuk menyelamatkan diri dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Call Center 112 Palangka Raya siap menerima laporan dan memberikan bantuan jika terjadi kebakaran atau keadaan darurat lainnya. Masyarakat dapat menghubungi nomor telepon 112 kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan pertolongan.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan melakukan tindakan pencegahan yang tepat, diharapkan dapat meminimalisir angka kejadian kebakaran di Palangka Raya dan sekitarnya.
"Masyarakat diimbau untuk bekerja sama dan saling mengingatkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan terhindar dari bencana kebakaran," pungkasnya. (PATHUR/R)









