PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Januari 2025, Provinsi Kalimantan Tengah mencatat tingkat deflasi month-to-month m-to-m sebesar -0,54 persen dan tingkat deflasi year-to-date atau y-to-d sebesar -0,54 persen. Hal ini menunjukkan adanya deflasi yang signifikan di wilayah tersebut.

"Beberapa komoditas yang memberikan andil deflasi m-to-m antara lain tarif listrik, bawang merah, ikan nila, tomat, ikan peda, air kemasan, kangkung, sawi hijau, ikan asin sepat, bahan bakar rumah tangga, ikan saluang, bayam, jagung manis, dan susu bubuk untuk balita," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 4 Februari 2025.

Deflasi yang terjadi pada Januari 2025 ini disebabkan oleh penurunan harga pada berbagai komoditas penting.

Tarif listrik menjadi salah satu faktor utama yang memberikan andil deflasi m-to-m. Selain itu, penurunan harga bawang merah dan ikan nila juga turut berkontribusi dalam menekan tingkat inflasi.

Komoditas lain seperti tomat, ikan peda, dan air kemasan juga mengalami penurunan harga yang signifikan.

Selain deflasi m-to-m, beberapa komoditas juga memberikan andil deflasi year-on-year atau y-on-y. Tarif listrik kembali menjadi faktor utama yang memberikan andil deflasi y-on-y. Penurunan harga daging ayam ras, angkutan udara, dan tomat juga turut berkontribusi dalam menekan tingkat inflasi y-on-y. Bahan bakar rumah tangga dan bensin juga mengalami penurunan harga yang signifikan.

"Komoditas lain yang memberikan andil deflasi y-on-y antara lain ikan nila, ikan asin sepat, ikan papuyu, dan susu bubuk untuk balita. Penurunan harga sabun cair/cuci piring, pepaya, jeruk, ikan saluang, pisang, solar, ikan lele, sabun mandi cair, rampela hati ayam, dan susu bubuk untuk bayi juga turut berkontribusi dalam menekan tingkat inflasi y-on-y," tuturnya.

Hal ini menunjukkan adanya penurunan harga yang merata pada berbagai komoditas penting di Provinsi Kalimantan Tengah.

Deflasi yang terjadi pada Januari 2025 ini memberikan dampak positif bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah.

Penurunan harga pada berbagai komoditas penting dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat.

Selain itu, deflasi juga dapat memberikan keuntungan bagi sektor usaha yang bergantung pada komoditas-komoditas tersebut.

Secara keseluruhan, deflasi yang terjadi pada Januari 2025 di Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan adanya penurunan harga yang signifikan pada berbagai komoditas penting. Hal ini memberikan dampak positif bagi masyarakat dan sektor usaha di wilayah tersebut.

Diharapkan, tren deflasi ini dapat terus berlanjut sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah.(TESTI PRISCILLA/R)